Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

CV Cendana Indah Garap Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Rp 10 Miliar di Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:40 WIB

OPTIMISTIS: Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meninjau KNMP di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Selasa (3/3). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
OPTIMISTIS: Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meninjau KNMP di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Selasa (3/3). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Pembangunan KNMP Dapenda dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025.

Nilai kontrak Rp 10.252.411.000 berdasarkan Nomor Kontrak 6754/DJPT.PL420/PPK/IX/2025.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Cendana Indah dengan pengawasan CV Reskindo Wasa.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan KNMP di Desa Dapenda, Selasa (3/3).

Dalam kunjungannya, dia memastikan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di KNMP segera dibangun.

”Sebentar lagi akan ada SPBN. Itu untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional nelayan,” terangnya.

Menurut dia, pembangunan KNMP tidak hanya menghadirkan SPBN, tetapi juga pabrik es portabel yang kini sudah beroperasi.

Selain itu, rencana pengadaan cool storage dan kendaraan berpendingin.

Fasilitas itu dinilai krusial untuk menjaga mutu hasil tangkapan agar tetap segar hingga sampai ke pasar.

”Yang kita bangun di sini, mudah-mudahan ini nanti bisa meningkatkan produktivitas bagi para nelayan yang ada di Sumenep,” harapnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan 100 titik KNMP di Indonesia.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih dalam setahun. Tujuan pembangunan untuk mempercepat modernisasi kawasan pesisir.

Wahyu menyebut Kabupaten Sumenep dipilih karena memiliki potensi perikanan yang melimpah.

Di Desa Dapenda tercatat 1.893 kepala keluarga dengan 421 nelayan aktif dan 31 unit kapal.

Komoditas utama yang ditangkap meliputi ikan tongkol, kembung, cakalang, dan slengseng.

Dia akan berdiskusi dengan bupati Sumenep untuk mengkaji kemungkinan penambahan titik KNMP di wilayah lain.

Pemerintah pusat ingin memastikan kawasan nelayan menjadi lebih bersih, sehat dan produktif.

”Nanti saya ingin berdiskusi dengan Bapak Bupati, apakah atau lokasi mana lagi yang perlu dibangun kampung nelayan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, intervensi pembangunan mencakup 26 item. 

Antara lain pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, bangunan docking, balai nelayan, musala, shelter coldbox, sentral kuliner, hingga bantuan 50 unit coolbox, 10 mesin kapal, serta 220 alat penangkapan ikan.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di Sumenep.

Bupati Fauzi berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid.

Dia menyatakan, dengan potensi garis pantai yang panjang dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, Sumenep memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra perikanan unggulan di Jawa Timur.

”Kehadiran menteri kelautan dan perikanan di Kampung Nelayan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan kapasitas produksi, serta mewujudkan kawasan nelayan yang bersih, produktif, dan berdaya saing,” harapnya. (tif/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sentra perikanan unggulan #Kampung Nelayan Merah Putih #SPBN #pabrik es portabel #kampung nelayan #CV Cendana Indah #pembangunan KNMP #Desa Dapenda #KNMP