SUMENEP, RadarMadura.id – Kabupaten Sumenep memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra perikanan unggulan di Jawa Timur.
Pasalnya, kabupaten tertimur di Madura ini terdiri atas daerah daratan dan kepulauan.
Kabupaten yang kini dipimpin Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo itu memiliki 126 pulau, 48 di antaranya berpenghuni.
Dari 27 jumlah kecamatan, sembilan di antaranya berada di kepulauan.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di Sumenep, Selasa (3/3).
Kehadiran Sakti Wahyu Trenggono untuk meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang.
Bupati Fauzi berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid.
Dia menyatakan, dengan potensi garis pantai yang panjang dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, Sumenep memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra perikanan unggulan di Jawa Timur.
”Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di Kampung Nelayan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan kapasitas produksi, serta mewujudkan kawasan nelayan yang bersih, produktif, dan berdaya saing,” harapnya.
Dalam kunjungannya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memastikan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di KNMP segera dibangun.
”Nanti sebentar lagi akan ada SPBN. Itu untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasional nelayan,” terangnya.
Menurut dia, pembangunan KNMP tidak hanya menghadirkan SPBN, tetapi juga pabrik es portabel yang kini sudah beroperasi. Selain itu, rencana pengadaan cool storage dan kendaraan berpendingin.
Fasilitas itu dinilai krusial untuk menjaga mutu hasil tangkapan agar tetap segar hingga sampai ke pasar.
”Yang kita bangun di sini, mudah-mudahan ini nanti bisa meningkatkan produktivitas bagi para nelayan yang ada di Sumenep,” harapnya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan 100 titik KNMP di Indonesia.
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih dalam setahun. Tujuan pembangunan untuk mempercepat modernisasi kawasan pesisir.
Wahyu menyebut Kabupaten Sumenep dipilih karena memiliki potensi perikanan yang melimpah.
Di Desa Dapenda saja tercatat 1.893 kepala keluarga dengan 421 nelayan aktif dan 31 unit kapal.
Komoditas utama yang ditangkap meliputi ikan tongkol, kembung, cakalang, dan slengseng.
Dia akan berdiskusi dengan bupati Sumenep untuk mengkaji kemungkinan penambahan titik KNMP di wilayah lain.
Pemerintah pusat ingin memastikan kawasan nelayan menjadi lebih bersih, sehat dan produktif. (tif/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti