SUMENEP, RadarMadura.id– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Ganding Ketawang Larangan buka suara terkait keluhan paket makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan.
Pihak SPPG beralasan tidak menyertakan susu karena tidak direkomendasikan Badan Gizi Nasional (BGN).
Alasan itu disampaikan Kepala SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan Milinda Selasa (24/2).
Dia membenarkan bahwa menu yang disalurkan kepada penerima manfaat (PM) tidak menyertakan susu.
Dia beralasan, penggunaan susu rasa-rasa sudah tidak direkomendasikan oleh BGN. Menurut dia, BGN merekomendasikan susu plain atau full cream. Namun, susu jenis tersebut sangat langka dan harganya naik drastis.
”Jadi, ahli gizi itu mengupayakan agar protein hewani terpenuhi maka diganti dengan abon sapi,” ucapnya.
Seperti diberitakan, MBG yang disalurkan SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan pada Senin (23/2) dikeluhkan wali murid. Sebab, paket MBG itu tidak dilengkapi susu.
Penerima manfaat mendapatkan menu yang terdiri atas satu plastik klip abon sapi, satu roti, satu buah jeruk, dan satu butir telur.
Menu tersebut untuk jatah selama tiga hari hingga Rabu (25/2). Menu MBG tersebut viral di media sosial lantaran tanpa susu.
”Banyak yang salah sangka ke anaknya karena dikira sudah diminum. Ternyata memang susunya tidak ada,” ungkap sumber RadarMadura.id itu. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri