Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

IPM Sumenep Tembus Level Tinggi, Cetak Pertumbuhan Tercepat di Madura

Amin Basiri • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:40 WIB

 

Grafis IPM kabupaten Sumenep
Grafis IPM kabupaten Sumenep

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kabupaten Sumenep mencatat sejarah baru dalam peningkatan kualitas pembangunan manusia.

Berdasarkan data terbaru, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Keris resmi naik kelas dari kategori sedang menjadi kategori tinggi.

Capaian IPM Sumenep pada 2025 menyentuh angka 70,54, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 69,78.

Lonjakan ini menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan rata-rata pertumbuhan IPM tertinggi di Pulau Madura, yakni mencapai 1,01 persen per tahun dalam periode 2021–2025.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa peningkatan kualitas manusia didorong oleh pertumbuhan positif di seluruh dimensi pembentuk IPM. Namun, dimensi standar hidup layak menjadi pendorong utama kenaikan pada tahun ini.

”Rata-rata pengeluaran per kapita per tahun masyarakat Sumenep (yang disesuaikan) kini mencapai Rp 10.631.000. Angka ini melonjak 4,68 persen atau naik sekitar Rp 475 ribu dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 10.156.000,” terangnya.

Dari sektor pendidikan, harapan lama sekolah (HLS) anak-anak di Sumenep mencapai 13,60 tahun. Artinya, generasi muda memiliki peluang menempuh pendidikan hingga tingkat diploma 1. Sementara itu, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat menjadi 6,24 tahun.

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup (UHH) saat lahir di Sumenep juga terus meningkat. Bayi yang lahir pada 2025 diprediksi memiliki harapan hidup hingga 74,09 tahun, atau lebih lama sekitar dua bulan dibandingkan kelahiran tahun sebelumnya.

Meski secara peringkat Sumenep masih berada di posisi ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, capaian ini dinilai sebagai lompatan besar. Di tingkat regional Madura, Sumenep menempati peringkat kedua, di bawah Kabupaten Pamekasan.

”Capaian membanggakan ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi dan perbaikan akses layanan dasar di Sumenep mulai membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Setiap tahun Pemkab Sumenep menetapkan fokus pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan daerah.

Pada 2025, tema pembangunan yang diusung adalah Membangun Stabilitas Sosial Ekonomi, Pemerataan Layanan Infrastruktur Dasar, dan Kebutuhan Dasar Unggul.

Untuk mewujudkannya, pemkab menetapkan tujuh program prioritas. Pertama, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah serta penguatan daya saing sektor pariwisata, IKM, dan UMKM.

Kedua, pemerataan pembangunan infrastruktur publik dan pelayanan dasar dengan tetap memperhatikan daya dukung serta kelestarian lingkungan.

Ketiga, pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan berkarakter serta layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau. Keempat, pemantapan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Kelima, peningkatan ketenteraman dan ketertiban umum serta penguatan penanganan persoalan sosial.

Keenam, peningkatan aksesibilitas wilayah kepulauan dan daratan guna mendukung pemerataan pembangunan ekonomi. Ketujuh, peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berbasis digital.

”Implementasi tujuh program prioritas itu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indikatornya dapat dilihat dari peningkatan IPM Sumenep yang terus naik dalam lima tahun terakhir,” pungkasnya. (tif/han)

 

Editor : Amin Basiri