SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan pada 2026.
Setelah mencatat capaian positif pada 2025, pemkab membidik persentase penduduk miskin di bawah 15 persen sebagai bagian dari agenda prioritas pembangunan daerah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, target tersebut disusun berdasarkan tren penurunan kemiskinan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Pemkab ingin memastikan penurunan kemiskinan tidak stagnan, melainkan terus melaju melalui kebijakan yang terukur. ”Kalau 2025 kemarin 17,02 persen, tahun ini kita targetkan di bawah 15 persen,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Sumenep mulai melakukan penataan kelembagaan. Penempatan aparatur yang kompeten pada posisi strategis menjadi salah satu kunci, terutama di organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan indikator penurunan kemiskinan.
”Beberapa OPD memang berkaitan langsung dengan indikator penurunan angka kemiskinan, seperti dinkes P2KB, DPMD, dan disnaker,” terangnya.
Selain itu, validitas data menjadi perhatian serius. Kebijakan penurunan kemiskinan harus berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Karena itu, Pemkab Sumenep berpedoman pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) sebagai rujukan utama dalam perencanaan dan intervensi program.
Sementara itu, kualitas kemiskinan di Sumenep juga menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2025 turun menjadi 2,18 dari sebelumnya 4,19 pada Maret 2024.
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 1,53 menjadi 0,47. Hal tersebut menandakan kondisi ekonomi penduduk miskin semakin membaik. ”Garis kemiskinan 2025 sebesar Rp 521.366 per kapita per bulan,” ujarnya.
Dengan penguatan sumber daya manusia, perbaikan tata kelola data, serta intervensi kebijakan lintas sektor, Pemkab Sumenep optimistis target penurunan angka kemiskinan di bawah 15 persen dapat tercapai secara berkelanjutan.
Selain itu, Bupati Fauzi menegaskan, pada akhir masa jabatannya dia menargetkan angka kemiskinan Sumenep dapat ditekan hingga 11 persen.
”Keinginan saya di akhir periode, paling tidak 11 persen,” tandasnya. (tif/han)