Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab Tekan Angka Stunting,  Bupati Fauzi: Kolaborasi BKKBN, OPD, PKK serta Ormas

Amin Basiri • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:18 WIB

 

grafis angka prevalensi stunting
grafis angka prevalensi stunting

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kasus stunting atau tengkes masih menjadi persoalan di berbagai daerah. Namun, di Sumenep angkanya terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

Capaian itu tidak lepas dari komitmen dan langkah strategis pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Berbagai program dijalankan secara terukur dan berkelanjutan. Di antaranya, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), penguatan deteksi dini, serta skrining rutin melalui posyandu. Intervensi tersebut dilakukan hingga tingkat desa agar penanganan tepat sasaran.

Pemkab Sumenep juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi dilakukan bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), organisasi perangkat daerah (OPD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Data menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2021, angka stunting di Kota Keris tercatat 29 persen.

Angka tersebut turun menjadi 21,9 persen pada 2022, kemudian kembali menurun menjadi 16,7 persen pada 2023.

Tren positif berlanjut pada 2024 dengan capaian 11,2 persen. Sementara itu, pada 2025 tidak dilakukan survei angka stunting di daerah.

Atas capaian tersebut, pada 2024 Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari BKKBN. Penghargaan itu diberikan karena Pemkab Sumenep dinilai berhasil mengoptimalkan pemanfaatan dana alokasi khusus (DAK) untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, persoalan stunting merupakan tantangan bersama yang tidak bisa dianggap remeh.

Sejak awal kepemimpinannya, dia berkomitmen serius menekan angka kasus tersebut melalui program yang terarah. "Sejak awal saya tidak main-main dalam menangani kasus stunting ini,” ujarnya.

Menurut dia, tren penurunan angka stunting menjadi bukti bahwa program yang dijalankan berjalan efektif.

Baca Juga: TPT Sumenep Terbaik Ketiga di Jawa Timur

Capaian itu juga merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang memiliki komitmen sama dalam menyelamatkan generasi penerus.

"Kita menanamkan komitmen yang sama dengan seluruh pihak terkait untuk menekan angka stunting. Alhamdulillah, selama ini membuahkan hasil nyata,” tegasnya.

Fauzi menambahkan, stunting berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan semakin optimal. (iqb/han)

Editor : Amin Basiri