SUMENEP, RadarMadura.id – Capaian pembangunan Pemkab Sumenep tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Bahkan, Sumenep tercatat sebagai daerah dengan TPT terbaik ketiga di Jawa Timur.
Data menunjukkan, TPT Sumenep terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021 tercatat 2,31 persen, turun menjadi 1,36 persen pada 2022, kemudian 1,71 persen pada 2023. Tren penurunan berlanjut pada 2024 sebesar 1,69 persen dan kembali turun menjadi 1,64 persen pada 2025.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, data tersebut mengindikasikan peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. ”Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja terus terbuka dan terserap dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sumenep meliputi pertanian dan perkebunan. Juga sektor peternakan, kehutanan, perikanan, serta industri manufaktur.
Fauzi menegaskan, berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka pengangguran. Di antaranya melalui pelatihan berbasis kompetensi, serta pembinaan, pendampingan, dan sosialisasi kepada pelaku usaha maupun tenaga kerja.
Langkah tersebut bertujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Dengan kondisi tersebut, perusahaan diharapkan tetap sehat, mampu berkembang, serta meminimalkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan membuka peluang penambahan tenaga kerja.
Selain itu, pemkab juga mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan serta pertumbuhan usaha.
”Dengan begitu, perusahaan bisa terus berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” jelasnya.
Fauzi bersyukur tren penurunan pengangguran terus terjaga. Hal itu menjadi indikator positif bagi pergerakan ekonomi daerah. ”Kami bersyukur angka pengangguran terus menurun.
Ini menandakan ekonomi daerah bergerak dinamis dan peluang kerja semakin terbuka,” tandasnya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri