SUMENEP, RadarMadura.id -;Ramadan bagi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga kehadiran di tengah masyarakat.
Padatnya undangan membuatnya lebih sering berbuka di luar rumah.
Fauzi mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya harus memenuhi berbagai undangan, termasuk kegiatan buka puasa bersama selama Ramadan.
Kalau mengikuti undangan, kira-kira 40 persen buka di rumah dan 60 persen di luar karena menghadiri kegiatan, ujarnya.
Dia mengaku, dalam beberapa kesempatan bahkan hanya memiliki waktu sekitar sepekan untuk buka puasa di rumah.
Selebihnya dihabiskan untuk menghadiri agenda di berbagai tempat.
”Selama Ramadan kegiatannya sangat padat dan harus saya hadiri langsung", katanya.
Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir Fauzi mulai membagi waktu secara lebih seimbang.
Dia mengatur agar tetap bisa menikmati suasana berbuka di rumah.
”Sekarang saya upayakan 15 hari di luar dan 15 hari di rumah. Karena kangen juga masakan seperti kuah daun kelor, ikan pindang goreng, dan tempe. Kalau di luar biasanya lebih mewah", imbuhnya.
Selama Ramadan, Fauzi memastikan tetap beraktivitas seperti biasa.
Puasa bukan alasan untuk mengurangi kinerja, mengingat banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
”Berpuasa tidak jadi alasan untuk malas. Saya tetap masuk kantor dan berkoordinasi dengan berbagai pihak", tegasnya
Dia menambahkan, jadwal kegiatannya selama Ramadan cukup dinamis. Tidak hanya di dalam daerah, tetapi juga hingga ke luar daerah.
Namun, jika tidak ada agenda luar, dirinya tetap ke kantor untuk memantau kinerja ASN sekaligus memberikan motivasi.
”Meski Ramadan, kegiatan tetap berjalan. Semua tetap saya jalani, pungkasnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri