SUMENEP, RadarMadura.id – Layanan penyeberangan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III dihentikan sementara.
Padahal, kapal berpelat merah itu baru kembali memberikan pelayanan.
Penghentian sementara operasional kapal milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumenep itu akibat kebutuhan perawatan teknis kapal.
Tujuannya, untuk peningkatan fasilitas agar menambah kenyamanan penumpang. Penghentian operasional itu diberlakukan Selasa (17/2).
Plt Direktur Utama PT Sumekar Muhammad Romli membenarkan kondisi tersebut.
Dia menjelaskan, saat ini KMP DBS III tengah menjalani pemeliharaan dan peningkatan fasilitas untuk menambah kenyamanan penumpang.
Penambahan fasilitas itu dalam rangka menanggapi keluhan dari penumpang.
”Hanya penambahan, sesuai dengan keluhan para penumpang. Kemarin (17/2) katanya panas ketika sudah full, jadi perlu ditambah air conditioner (AC)-nya,” katanya Selasa (17/2).
Romli menuturkan, untuk mesin dan peralatan lainnya tidak ada masalah.
Sementara untuk AC sebenarnya sudah tersedia, namun perlu ditambah agar lebih maksimal.
Menurut dia, penambahan fasilitas itu membutuhkan waktu sekitar satu minggu.
”Untuk sementara waktu belum ada pelayaran sampai pengumuman berikutnya. Tidak ada kerusakan pada mesin maupun bagian kapal lainnya, hanya penambahan fasilitas untuk kenyamanan penumpang,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, kapal penumpang milik daerah itu sebelumnya telah dilakukan perawatan yang cukup lama, mulai dari mesin, fasilitas penunjang penumpang hingga dilakukan pengecatan ulang.
Mestinya sejak awal fasilitas kapal tersebut dilengkapi terlebih dahulu sebelum kembali dilayarkan.
”Kalau dilayarkan kemudian tidak lama dihentikan kembali dengan alasan untuk melengkapi fasilitas, itu kan hanya memberikan harapan palsu kepada masyarakat kepulauan,” tegasnya.
Juhari menilai kapal berpelat merah itu sebenarnya belum siap untuk kembali melayani masyarakat.
Hal itu dapat dibuktikan dengan penghentian pelayaran dengan alasan perbaikan seperti yang yang terjadi saat ini.
”Kenapa fasilitasnya tidak dilengkapi sejak awal, sebelumnya kan sudah menjalani perawatan yang cukup lama, kok baru sekarang. Pelayaran masyarakat kepulauan kan jadi terganggu,” ucapnya.
Sebab itu, dia meminta agar ada evaluasi menyeluruh di internal PT Sumekar, sehingga hal itu tidak terulang lagi.
”Harus ada evaluasi menyeluruh di internal, jangan sampai terulang lagi, apalagi saat ini sudah mendekati bulan puasa, otomatis masyarakat kepulauan membutuhkan pelayanan pelayaran lebih intens,” pintanya. (tif/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti