SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah harus mengkaji ulang keberadaan Pelabuhan Dungkek. Meski sudah beroperasi sejak pertengahan 2023, hingga sekarang jarang kapal bersandar. Disperkimhub Sumenep mengeklaim kapal trans laut rutin bersandar setiap pekan.
Ahmad, warga Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, mengatakan, selama ini kebanyakan kapal menggunakan pelabuhan lama untuk bersandar.
Sehingga aktivitas masyarakat lebih banyak di pelabuhan yang berada tidak jauh dari dermaga Dungkek yang baru dibangun tersebut.
”Aktivitas di pelabuhan yang baru sangat jarang kapal bersandar. Kebanyakan kapal mengangkut penumpang maupun barang dari pelabuhan yang lama,” kata pria 39 tahun itu.
Dirinya juga tidak mengerti mengapa di pelabuhan yang dibangun menggunakan anggaran puluhan miliar tersebut minim aktivitas.
Kemungkinan, pelabuhan tersebut dikhususkan untuk kapal-kapal besar. Sebab, dermaganya sangat tinggi.
”Kalau kapal-kapal kecil tidak bisa bersandar di pelabuhan baru. Tempat sandarnya tinggi,” ungkap Ahmad.
Plt Kepala Disperkimhub Sumenep Achmad Dzulkarnain mengaku belum mengetahui secara detail keberadaan Pelabuhan Dungkek, baik konsep dan kegunaannya.
”Saya masih baru (menjabat kepala disperkimhub), jadi belum tahu. Nanti akan ditanyakan ke bidangnya,” ujarnya.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep Imam Afif Rusidy mengeklaim, sudah ada kapal yang bersandar setiap pekan di Pelabuhan Dungkek. Namun, dirinya tidak tahu detail jadwal bersandar kapal tersebut.
”Intinya sudah ada kapal yang bersandar. Itu dari trans laut, kapal cepat berangkat dari Probolinggo,” jawabnya singkat. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri