Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kerapu Tongsing, Lobster, Udang Ronggeng, dan Telur Ikan Terbang Jadi Primadona Nelayan Sapeken, Sumenep, Harga Satu Kilogram Tembus Jutaan Rupiah

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:10 WIB
TANGGUH: Wasik menunjukkan alat tangkap telur ikan terbang di belakang rumahnya di Jalan 1, Dusun 2, Desa/Pulau Pagerungan Besar, Sapeken, Sumenep, Rabu (10/12/2025). (LUKMAN HAKIM AG/JPRM)
TANGGUH: Wasik menunjukkan alat tangkap telur ikan terbang di belakang rumahnya di Jalan 1, Dusun 2, Desa/Pulau Pagerungan Besar, Sapeken, Sumenep, Rabu (10/12/2025). (LUKMAN HAKIM AG/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Bagi warga Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, ombak adalah ladang emas.

Nelayan-nelayan di sana mempertaruhkan nyawa demi mengejar makhluk-makhluk bernilai jutaan rupiah.

Pernah beli ikan seharga hingga jutaan rupiah per kilogram? Kalau belum, cobalah jalan-jalan ke Kecamatan Sapeken, Sumenep.

Di kecamatan yang berbatasan dengan provinsi lain itu kita akan disuguhkan pemandangan ikan-ikan berharga.

Salah satunya kerapu merah atau biasa disebut ikan tongsing. Harga ikan ini bisa mencapai lebih satu juta rupiah. Terutama pada momen Tahun Baru Imlek.

Pada momen Tahun Baru Imlek kali ini, harga di tingkat nelayan saja Rp 900.000. Sementara harga tongsing fresh lebih murah. Harga dari nelayan saat ini hanya Rp 270 ribu per kilogram.

”Ini harga di Sapeken, pembelian ke nelayan,” tutur Sauki, warga Sapeken yang biasa membeli tongsing mati dari nelayan.

”Tapi besok sudah mulai turun, Pak,” sambungnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Minggu (15/2).

Tingginya harga tongsing menarik minat nelayan untuk menangkap kerapu jenis ini. Sama seperti di kepulauan lain, warga Sapeken menjadikan laut sebagai ladang ekonomi mereka.

Berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya menjadi sumber penghasilan. ”(Harga) lobster Rp 450.000 per kilogram,” ungkap Sauki.

Penangkapan kerapu merah juga dilakukan nelayan Pagerungan Besar. Terutama para laki-laki.

Biasanya mereka menangkap ikan garas, bahasa Mandar untuk ikan tongsing. Ikan ini termasuk primadona karena harganya yang mahal.

Harga tiap ekor di kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun, harga itu sesuai dengan ukuran masing-masing.

Harga tiap waktu juga tidak sama. Pada waktu-waktu tertentu mahal, pada waktu yang lain juga bisa turun.

”Menjelang Imlek biasanya mahal,” tutur Bahira yang ditemui saat mengambil air bersih di tangki 11, Jalan 1, Dusun 6, Desa/Pulau Pagerungan Besar, Rabu (10/12/2025).

Untuk menguangkan ikan hasil tangkapan itu tidak sulit. Nelayan tinggal menjual kepada pengepul di dekat dermaga.

Di sana ada tiga keramba apung milik pengepul. Ikan-ikan hidup dari nelayan itu ditampung sebelum dikirim ke Bali.

”Dari Bali ke Hong Kong,” kata Sudianto, pemuda Desa/Pulau Sapeken.

Selain kerapu merah, udang maltis atau udang ronggeng juga dikirim ke Bali. Harganya juga tidak murah.

”Maltis Rp 350 ribu,” imbuh nelayan teripang itu menyebut harga tiap kilogram udang itu.

Nelayan yang nyaris hidupnya bersahabat dengan laut, tahu tempat yang dipercaya tempat ikan-ikan tertentu berkumpul.

Termasuk tempat khusus yang diyakini tempat berkumpul kerapu merah. Yakni, arah tenggara dan utara Pulau Pagerungan Besar.

Namun, meski dapat tangkapan ikan itu tidak otomatis bisa bisa dijual mahal. Sebab, nelayan harus bisa membawa dan menjualnya hidup-hidup.

Itu tidak mudah karena sering mati kena pancing. Nyawa tongsing menentukan harga.

Selain tongsing, lobster, dan udang maltis, telur ikan terbang juga berharga super.

Lokasi penangkapan hingga laut lepas sebelah timur Pulau Sakala, pulau terluar Sumenep ujung timur. Posisi pulau ini di dalam peta berada di atas Nusa Tenggara Barat (NTB).

Panjang satu alat tangkap hingga ribuan meter. Alat tangkap itu terbuat dari rumbai janur kering yang diikat pada potongan bambu.

Dalam bahasa Mandar disebut epek-epek. Wasik sempat memperlihatkan alat itu yang disimpan dalam gubuk di belakang rumahnya, Rabu (10/12/2025).

Pagi itu dia juga memperlihatkan sampan kecil dan katir untuk menarik rumbai-rumbai.

MAHAL: Udang ronggeng hasil tangkapan nelayan Kecamatan Sapeken, Sumenep, setelah digoreng siap memanjakan selera. (LUKMAN HAKIM AG/JPRM)
MAHAL: Udang ronggeng hasil tangkapan nelayan Kecamatan Sapeken, Sumenep, setelah digoreng siap memanjakan selera. (LUKMAN HAKIM AG/JPRM)

Tak jauh dari rumah yang di tepi pantai itu juga terlihat drum untuk wadah bahan bakar saat pria itu berburu telur ikan terbang.

Warga Jalan 1, Dusun 2, Desa/Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, itu menuturkan, nelayan telur ikan terbang ini termasuk pelaut yang benar-benar menantang ombak.

Sebab, ikan ini bertelur pada saat ombak sedang ganas-ganasnya. Biasanya mulai April hingga Agustus.

Sekali jalan berhari-hari di lautan. Bahkan, bisa lebih sebulan. Paling sebentar 20 hari baru kembali ke rumah.

Karena itu, bahan bakar yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Sekali jalan Wasik dan kawan-kawan biasa menyiapkan 400 liter solar.

Satu perahu terdiri atas lima atau enam kru. Setelah sampai ke tempat penangkapan, mereka mulai menurunkan rumbai-rumbai itu.

Biasanya mereka melepas saat sore. Kemudian ditarik pagi setelah Subuh. Senyum mereka mengembang ketika melihat rumbai-rumbai dipenuhi telur ikan bagai sutra itu.

Nelayan tidak perlu repot-repot untuk menjual telur ikan terbang itu. Pembeli datang dari Sulawesi.

Harga tahun lalu di kisaran Rp 650 ribu per kilogram. ”Yang saya ingat tahun 2004 nyampe Rp 1.350.000,” kenang pemilik Hj Munira Home Stay itu.

Mantan karyawan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd itu menegaskan, harga telur ikan terbang paling murah Rp 500 ribu.

Berbeda dengan harga ikannya yang justru tidak bernilai karena banyak tulangnya.

”Ini orang-orang kalau menimbang, lalu jatuh itu telur, dipunguti, sekecil apa pun. Hasil penjualan ceceran itu kalau dijual bisa beli emas,” jelas suami Munira itu menggambarkan betapa telur ikan terbang tersebut sangat berharga. (luq/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#jutaan rupiah #alat tangkap #Ladang Ekonomi #berharga super #harga telur ikan terbang #lobster #menantang ombak #ombak #per kilogram #kecamatan sapeken #imlek #mahal #tempat penangkapan #ikan #udang ronggeng #ladang emas #telur ikan terbang #Pulau Pagerungan Besar #nelayan #kerapu tongsing #laut