SUMENEP, RadarMadura.id – Hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Minggu (1/2). Kejadian tersebut mengakibatkan ratusan rumah rusak.
Bencana itu menerjang Dusun Rengperreng, Dusun Moralas, Dusun Berru, dan Dusun Dunggaddung.
Tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat ucaca ekstrem tersebut bervariasi. Mulai rusak ringan hingga rusak berat.
Kepala Desa (Kades) Karduluk Ahmad Faruq menuturkan, terdapat 175 rumah dan dua musala yang rusak akibat disapu angin puyuh.
Angka tersebut berpotensi terus bertambah. Sebab, proses pendataan dan asesmen belum rampung.
”Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan,” ujarnya Senin (2/2).
Bencana itu juga menyebabkan enam warga di Desa Karduluk luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang ambruk.
Enam korban itu telah ditangani tenaga kesehatan (nakes) untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Proses pendataan dilakukan secara bertahap di setiap dusun yang terdampak, agar data warga yang menjadi korban sapuan angin puting beliung terverifikasi dengan baik.
Saat ini pihaknya saling berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep.
”Dari BPBD, Tagana, TNI dan Polri sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga terdampak,” jelasnya.
Sebagian warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam mengungsi. Yakni, menumpang ke tetangga atau anggota keluarganya yang lain.
”Mulai tadi malam, sebagian menumpang ke rumah tetangga dan saudaranya,” imbuhnya.
Kepala BPBD Sumenep Ach. Laily Maulidy mengaku telah mendatangi Desa Karduluk Minggu (1/2) malam.
Tujuannya, untuk melakukan pendataan korban. Namun terdapat kendala karena masalah penerangan di lapangan.
”Karena listrik mati dan kondisi gelap, kami tidak bisa melakukan pendataan lebih lama,” terangnya.
Dalam rekaman video yang beredar, warga di Desa Karduluk berhamburan keluar rumah saat angin kencang menerjang. Warga mencari tempat aman sambil menangis histeris.
Atap bangunan beterbangan, dinding roboh, dan sejumlah perabot rumah tangga berserakan di berbagai sudut akibat sapuan angin yang datang secara tiba-tiba.
Sejumlah sepeda motor milik warga juga ikut terdampak. Beberapa kendaraan ditemukan tergeletak dengan kondisi rusak setelah terseret dan tertimpa material bangunan.
Haby, warga Desa Karduluk mengaku masih trauma atas adanya kejadian tersebut.
”Anginnya sangat kencang, kami tidak sempat menyelamatkan apa pun. Hanya bisa lari keluar rumah,” katanya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti