Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kementerian LH Terjunkan Tim Gabungan Teliti Tumpahan Minyak Mentah di Pulau Gili Iyang

Amin Basiri • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:36 WIB
DITELITI: Tim gabungan terjun langsung ke laut melakukan penelitian dampak tumpahan CPO di Pesisir Utara, Pulau Gili Iyang, Dungkek, Sumenep, Kamis (29/1).
DITELITI: Tim gabungan terjun langsung ke laut melakukan penelitian dampak tumpahan CPO di Pesisir Utara, Pulau Gili Iyang, Dungkek, Sumenep, Kamis (29/1).

SUMENEP, RadarMadura.id – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menerjunkan tim gabungan ke Pulau Gili Iyang, Dungkek, Sumenep.

Itu dilakukan untuk meneliti tumpahan puluhan ton minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dari kapal tongkang Indo Ocean Marine di pesisir utara Pulau Gili Iyang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan DLH Sumenep juga terlibat dalam penelitian tersebut.

Termasuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Reng Paseser Saronggi.

Ketua Pokmaswas Reng Paseser Saronggi Maskur mengatakan, ada enam penyelam yang dikerahkan di sekitar lokasi tumpahan yang tidak jauh dari kapal yang terdampar di atas karang.

Tim penyelam diturunkan guna melihat langsung kondisi perairan di bawah permukaan laut. 

Fokus pengamatan berada di sekitar titik tumpahan dan jalur sebaran minyak mentah, ujarnya. 

Dia menjelaskan, penyelaman dilakukan guna mengetahui dampak pencemaran yang tidak terlihat dari permukaan laut.

Tim ingin memastikan apakah minyak mentah sudah mengenai dasar dan biota di sekitarnya atau tidak. 

Tim gabungan berangkat dari Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 09.00. Setibanya di lokasi, mereka langsung terjun ke laut, mengambil sampel air, dan mengumpulkan data pendukung lainnya. 

Terpisah, Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf menyampaikan, tim gabungan langsung melakukan penelitian lapangan. Tim terdiri dari unsur pemerintah pusat hingga daerah. 

Tim dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tugas masing-masing.

Selain penyelam, ada tim khusus untuk mengambil sampel air dan tim darat yang bertugas melengkapi data pendukung.

Ada tim penyelam, pengambil sampel air laut, dan tim darat untuk kelengkapan data, katanya.

Syahroni memaparkan, penelitian di lapangan juga dibantu unsur kepolisian, polairud, serta Pos TNI AL untuk mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan.

Dia menyatakan, pihaknya belum mengetahui sampai kapan tim gabungan berada di lokasi. 

Kami akan terus berkoordinasi dan siaga jika dibutuhkan dukungan tambahan.

Sebelumnya, kami sudah menyerahkan data sebaran tumpahan minyak mentah serta kronologi kejadian pada Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Jatim, terangnya. 

Syahroni menambahkan, tumpahan minyak tersebut tidak hanya mencemari perairan sekitar lokasi kejadian.

Kini minyak mentah dilaporkan telah menyebar hingga wilayah kepulauan lain yang jaraknya cukup jauh.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun, tumpahan minyak sudah terdeteksi di Pulau Sapudi dan Pulau Raas.

Data yang kami kumpulkan, tumpahan minyak ini sudah sampai ke Sapudi dan Pulau Raas, ucapnya. 

Dia menuturkan, saat ini peran DLH Sumenep lebih pada pendataan dan pelaporan.

Sementara untuk langkah penanganan, pihaknya menyesuaikan dengan kebijakan dan arahan dari Kementian LH dan DLH Jatim.

Kami di daerah fokus melakukan pendataan. Untuk penanganan teknis kami akan mengikuti langkah kementerian dan DLH Provinsi, tandasnya 

Sebelumnya, kapal tongkang Indo Ocean Marine yang mengangkut sekitar 3.000 kiloliter CPO dan mengalami kecelakaan pada Rabu (21/1/2026) malam.

Saat itu, kapal dihantam angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras. 

Kapal tongkang terbawa ombak dan menabrak karang di perairan utara Pulau Gili Iyang. Hal itu menyebabkan kebocoran dan minyak mentah tumpah ke laut. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#minyak #DLH jatim #DLH Sumenep