SUMENEP, RadarMadura.id – Cuaca eksterm masih menghantui Kabupaten Sumenep. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat, sepanjang Januari, sedikitnya 23 bangunan rusak diterjang angin.
Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidi menuturkan, dari 23 bangunan tersebut, empat di antaranya merupakan gedung lembaga pendidikan.
Sementara 19 sisanya, merupakan rumah penduduk yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.
”Belasan rumah masyarakat yang roboh itu tiga di antaranya terkategori rusak berat dan 16 lainnya rusak ringan dan sedang,” katanya.
Dijelaskan, penanganannya dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban atau masyarakat melalui call center 112. Setelah itu, tim baru turun langsung ke lokasi kejadian melakukan evakuasi.
”Rumah yang rusak berat itu tersebar di Kecamatan Saronggi, Ambunten dan Guluk-Guluk,” jelasnya.
Sementara itu, untuk bantuan akan diberikan setelah Pemkab Sumenep mendapatkan laporan langsung dari pemerintah kecamatan. Selanjutnya, bupati akan menunjuk tim untuk melakukan asesmen dan menentukan kategori kerusakan.
”Untuk sementara akan diberikan bantuan dasar yang mendesak seperti terpal bagi warga yang rumahnya terkategori rusak sedang, matras bagi yang rusak berat, sembako, makanan siap saji, dan peralatan rumah tangga lainnya,” ucapnya.
Untuk bantuan stimulan diberikan pasca bencana dan disesuaikan dengan mempertimbangkan kategori kerusakan. ”Untuk wilayah kepulauan masih belum dilakukan karena terkendala cuaca buruk,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri