Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Harga LPG di Kepulauan Tembus Rp 50 Ribu

Amin Basiri • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:22 WIB
TERSEDIA: Warga tengah mengangkut LPG di salah satu subagen di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (28/1).
TERSEDIA: Warga tengah mengangkut LPG di salah satu subagen di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (28/1).

SUMENEP, RadarMadura.ids – Harga tabung LPG kemasan 3 kilogram di sejumlah kepulauan di Kabupaten Sumenep mengalami kelangkaan. Buktinya, harganya mencapai Rp 50.000.

Martani, salah satu warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, mengatakan, harga LPG mulai naik sejak awal Januari. Salah satu pemicunya, distribusi terhenti akibat cuaca buruk.

Menurutnya, suplai LPG 3 kg ke Masalembu sempat terhenti karena kapal pengangkut tidak beroperasi. ”Sejak awal bulan Januari harganya sudah mencapai Rp 50.000,” ungkapnya.

Dijelaskan, baru-baru ini sempat ada pengiriman. Tapi stok langsung habis karena tingginya permintaan pasar.

”Kemarin ada pengiriman, stoknya langsung habis, karena warga berebutan meskipun harganya mahal,” ucapnya.

Camat Arjasa, Aynizar Sukma menyampaikan, aktivitas pelayaran dihentikan sementara karena cuaca memburuk.

”Gelombang tinggi dan angin kencang. Akibatnya, kapal pengangkut tidak beroperasi. Sudah berlangsung dua minggu lebih,” jelasnya.

Dia menuturkan, kelangkaan LPG tersebut berdampak pada harga jual di pasaran. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah berkoodinasi dengan Pemkab Sumenep. ”Kami sudah melaporkan ke Kabag SDA Setkab Sumenep untuk mempercepat penanganan,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kelangkaan elpiji tidak berlangsung lama.

Kami berharap ada langkah antisipasi ke depan. Jadi, ketika cuaca buruk, kebutuhan elpiji warga tetap bisa terpenuhi,” harapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait permasalahan tersebut. Menrutnya, saat ini kondisi sudah berangsur normal.

”Sebab, mulai ada pengiriman ke kepulauan. Sebelumnya, pengiriman dihentikan karena cuaca buruk,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #lpg #kepulauan #langka