PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sorotan terhadap tata kelola keuangan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pamekasan kian tajam. Sejumlah kegiatan dituding menyimpan kejanggalan.
Dugaan penyimpangan anggaran itu disampaikan oleh aktivis Forum Kota (Forkot) Pamekasan. Mereka melakukan aksi demo ke kantor Bapperida Pamekasan di Jalan Jokotole, kemarin (27/1).
Ketua Forkot Pamekasan Samsul Arifin menduga ada kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa (barjas) di bapperida. Termasuk, penggunaan dana dalam revitalisasi kantor.
”Pada 2024, nilai anggaran untuk kegiatan tersebut mencapai miliaran. Kami menuntut transparansi dari organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pengadaan barjas dan perbaikan kantor,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Gerrad itu menilai, pengadaan barjas adalah sektor rawan. Dia mengaku sedang mengumpulkan dokumen pendukung untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai regulasi.
”Apalagi, kita tahu bahwa bapperida ini memegang peran strategis dalam penyusunan, pengendalian, monitoring, dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah,” ulasnya.
Kasubag Umum dan Kepegawaian Bapperida Pamekasan Faros menyatakan akan menelaah tuntutan para aktivis. Dia berjanji menyampaikan seluruh aspirasi itu kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
”Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan para aktivis. Segala aspirasi akan kami sampaikan kepada pimpinan,” pungkas pria berambut plontos itu. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri