Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Sumenep Menurun

Amin Basiri • Selasa, 27 Januari 2026 | 08:06 WIB
SEPI: Masyarakat mengunjungi gedung SKD yang diproyeksikan sebagai gedung Sekolah Rakyat di Kecamatan Batuan, Selasa (23/9).
SEPI: Masyarakat mengunjungi gedung SKD yang diproyeksikan sebagai gedung Sekolah Rakyat di Kecamatan Batuan, Selasa (23/9).

SUMENEP, RadarMadura.id – Target rombongan belajar (rombel) siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sumenep belum terpenuhi.

Sejak awal dibuka jumlah peserta didik justru menurun.

Tim pendamping lapangan berupaya menambah kekurangan siswa tersebut.

SR di Kota Keris beroperasi sejak Selasa (30/9). Jumlah siswa mencapai 96 orang, terdiri dari 50 siswa SMP dan 46 siswa SD.

Pasca beroperasi, jumlah siswa berkurang karena mengundurkan diri dan kendala faktor keluarga.

Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Sumenep Khairullah menuturkan, pihaknya ditugaskan untuk mencari dan merekrut siswa SR.

Saat ini jumlah siswa sebanyak 81 orang. Jumlah tersebut tidak mencapai target yang ditentukan, yakni 100 siswa. 

Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, pengelola Sekolah Rakyat, serta pihak terkait.

Hal itu guna mengevaluasi dan mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan belum terpenuhinya target rombel SR.

”Target siswa Sekolah Rakyat ini menyasar keluarga yang masih dalam ketegori miskin ekstrem atau desil 1, desil 2, dan siswa yang putus sekolah,” tuturnya. 

Khairullah menjelaskan, proses rekrutmen siswa SR tidak dilakukan sembarangan.

Sebab, harus mendapat persetujuan dari sejumlah pihak, di antaranya diizinkan orang tua.

Namun, kebanyakan orang tua siswa menolak untuk menyekolahkan anaknya di SR.

”Alasan (orang tua) tidak ingin jauh dari anaknya. Sehingga, ini juga perlu pemahaman kepada masyarakat, khususnya keluarga yang menjadi sasaran,” jelasnya. 

Operator Dapodik SR Sumenep Agus Maulidi menuturkan, penurunan jumlah siswa dipicu ketidaksiapan mental anak didik dalam mengikuti sistem asrama yang diterapkan.

Selain itu, keputusan keluarga juga menjadi kendala. Sering kali orang tua yang awalnya setuju berubah pikiran. 

”Penyebabnya, ada siswa yang tidak siap untuk diasramakan. Ada juga yang tidak betah ikut program asrama,” tandasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#siswa #sumenep #Sekolah Rakyat