Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puluhan SPPG di Sumenep Belum Aktif

Amin Basiri • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:58 WIB
FOKUS: Kepala SPPI Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah memantau kondisi dapur MBG di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Senin (26/1).
FOKUS: Kepala SPPI Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah memantau kondisi dapur MBG di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Senin (26/1).

SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep mencapai 77 lokasi.

Namun, tidak semua beroperasi. Hingga pertengahan Januari, terdapat puluhan SPPG yang belum aktif.

Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah mengatakan, pihaknya melakukan pemutakhiran data SPPG hingga 12 Januari.

Itu dilakukan secara menyeluruh di tingkat kecamatan hingga desa. 

”Dari total 77 SPPG yang ada di Sumenep, sebanyak 50 unit sudah beroperasi dan memberikan layanan.

Sedangkan 27 sisanya belum (beroperasi),” katanya kemarin (26/1). 

Kholilur mengungkapkan, 50 SPPG yang beroperasi tersebar di Kecamatan Kota Sumenep, Pragaan, Bluto, Lenteng, Guluk-Guluk, dan Ganding.

Lalu, Kecamatan Batuputih, Arjasa, Dungkek, Gapura, Saronggi, dan Rubaru.

Kemudian, Kecamatan Batuan, Dasuk, Kalianget, Batang-Batang, Raas, dan Talango. 

”SPPG yang sudah beroperasi tersebar hampir seluruh kecamatan di wilayah daratan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebaran 27 SPPG yang belum beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni Kecamatan Sapeken, Pasongsongan, Ganding, Kalianget, Lenteng, Arjasa, dan Batang-Batang.

Selain itu, di Kecamatan Gapura, Rubaru, Manding, Dungkek, Raas, Ambunten, Guluk-Guluk, Kota Sumenep, Batuan, Bluto, dan Gili Genting. 

Menurutnya, SPPG yang belum beroperasi sebagian besar berada di wilayah kepulauan. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan SPPG belum beroperasi.

Di antaranya kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga proses administrasi dan teknis operasional. 

”Kami akan terus memberikan pedampingan agar yang belum aktif bisa segera beroperasi dan dapat memberikan layanan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat,” janjinya.

Kholilur memaparkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan agar SPPG yang belum aktif segera memberikan layanan.

Targetnya, pelayanan pemenuhan gizi merata dan bisa menjangkau seluruh wilayah Sumenep, termasuk kepulauan. 

Dia menyatakan, SPPI Sumenep akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah guna mempercepat optimalisasi SPPG.

Sehingga, manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat. 

”Ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep,” tukasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #kendala #SPPG