Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelaporan RAT Koperasi Minim, DKUPP Sumenep Sebut Banyak yang Tak Aktif

Amin Basiri • Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB
MEGAH: Warga berkendara di depan kantor Koperasi Arya Wiraraja di Jalan Jokotole, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Jumat (23/1).
MEGAH: Warga berkendara di depan kantor Koperasi Arya Wiraraja di Jalan Jokotole, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Jumat (23/1).

SUMENEP, RadarMadura.id -Jumlah koperasi yang tumbuh di Kabupaten Sumenep cukup banyak. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep mencatat, jumlah koperasi di Kota Keris mencapai 1.000 lebih.

Namun, banyak yang terindikasi mati suri alias tidak aktif. Buktinya, hanya 20 koperasi yang melaporkan telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) ke DKUPP Sumenep.

Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemeriksaan, DKUPP Sumenep Hairil Iskandar memaparkan, RAT menjadi salah satu syarat koperasi dinyatakan aktif.

Sementara yang tidak melaksanakan RAT selama tiga tahun berturut-turut dipastikan tidak aktif.

Dengan begitu, koperasi yang mati suri dapat diusulkan untuk dibubarkan.

Namun sebelum diusulkan pembubaran, kami biasanya memberikan pendampingan agar koperasi dapat aktif kembali, terangnya.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banyak koperasi yang tidak aktif.

Antara lain, masalah sumber daya manusia (SDM) pengurus yang kurang memadai. Selain itu juga dipengaruhi oleh masalah administrasi.

Sebab, saat ini koperasi harus menyajikan laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi keuangan (SAK) entitas publik (EP).

Hairil menambahkan, lembaganya kesulitan untuk melakukan pendataan koperasi di Kota Keris. Sebab, banyak koperasi yang tidak melakukan pelaporan terhadap usahanya.

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya menginventarisasi dan menjangkau seluruh koperasi yang sudah lama tidak aktif. 

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta pemerintah untuk menginventariasi dan mengidentifikasi koperasi yang masuk kategori tidak aktif.

Tujuannya, agar bisa diberikan pembinaan secara efektif.

DKUPP harus aktif bergerak, jangan menunggu laporan.

Lakukanlah pembinaan terhadap koperasi yang tidak aktif itu, sehingga mereka dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, pintanya. (tif/jup)

Editor : Amin Basiri
#DKUPP #sumenep #Koperasi #rat