SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau kawasan smart farming hortikultura buah melon di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Senin (19/1).
Penanaman melon itu menggunakan metode modern Machida asal Jepang. Penggunaan teknologi itu sebagai bentuk komitmen Pemkab Sumenep dalam mendorong modernisasi pertanian hortikultura.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kedatangannya ke green house milik Khalik di Desa Kasengan itu untuk melihat secara langsung seperti apa hasil penanaman melon menggunakan metode Machida. ”Ini sedang tahap uji coba,” katanya.
Fauzi menyatakan sangat kagum dan puas. ”Ini bukan sekadar panen melon, tapi panen harapan bagi masa depan pertanian di Sumenep.
Kualitasnya sangat baik, teksturnya renyah, manisnya pas, dan sudah memenuhi standar pasar modern,” tegasnya.
Dijelaskan, banyak keunggulan jika menanam melon dengan menggunakan metode Machida. Selain menghasilkan buah yang lebih banyak, kualitasnya juga sangat baik. Hal ini tentunya bisa menjadi solusi atas persoalan klasik pertanian konvensional.
”Jika diterapkan secara masif, pertanian kita tidak lagi bergantung pada cara lama. Ini contoh pertanian presisi yang menjawab tantangan zaman,” tegas Fauzi.
Menurut dia, ke depan, generasi muda harus mulai menyesuaikan dengan perkembangan teknologi pertanian.
Sehingga, sektor pertanian di Sumenep bisa terus maju dan berkembang. Desa Kasengan, khususnya Dusun Oro, diharapkan bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaran smart farming bagi generasi muda.
”Saya ingin tempat ini menjadi pusat pelatihan smart farming. Lahan yang sebelumnya tidak produktif harus berubah menjadi ruang belajar dan ruang usaha bagi generasi milenial,” tandas Fauzi. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri