GILI GENTING, Jawa Pos Radar Madura – Setelah lebih dari sebulan menunggu kepastian, pembangunan jembatan yang ambruk di Desa Bringsang, Kecamatan Gili Genting, akhirnya menemukan titik terang.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memastikan pembangunan jembatan itu akan dilakukan tahun ini.
Bupati Fauzi menyatakan, proyek infrastruktur yang menjadi akses vital masyarakat itu akan menggunakan dana bantuan tak terduga (BTT).
Dia memastikan jadwal pasti pelaksanaan akan dimulai bulan ini. ”Pakai dana BTT. Bulan ini, Januari,” tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pembangunan jembatan tidak bisa dilakukan lebih cepat. Sebab, pada akhir tahun sebelumnya telah memasuki masa penutupan anggaran.
Sementara dana BTT sudah dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya. Meski begitu, dia menyatakan, proses pembangunan jembatan tidak akan molor hingga Ramadan 2026.
”Jadi, kemarin mau dibangun akhir tahun, tapi BTT-nya banyak digunakan untuk pembangunan yang lain. Insyaallah awal tahun ini,” ujarnya.
Jembatan penghubung di Desa Bringsang ambruk pada Jumat (5/12/2025). Warga setempat terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bahan kayu sebagai akses sementara. Jembatan alternatif itu dikeluhkan lantaran tidak bisa dilewati saat air laut pasang.
Salah seorang warga setempat Fajar Sidik menyatakan, akibat ambruknya jembatan utama penghubung Desa Bringsang dan Desa Aenganyar itu, aktivitas perekonomian di Pulau Gili Genting melambat.
Mobil maupun kendaraan roda tiga harus berputar arah dan memilih jalan yang lebih jauh untuk sampai ke tujuan.
Baca Juga: Ski Air Keluhkan Minimnya Sarpras
”Jadi, yang biasanya hanya bisa ditempuh sekitar tiga menit, sekarang membutuhkan waktu yang jauh lebih lama,” terangnya.
Karena itu, dia berharap, pemerintah daerah segera membangun kembali jembatan tersebut. ”Jika dibangun, maka perekonomian di Pulau Gili Genting akan lancar dan sektor kesehatan juga tidak akan melambat,” harapnya. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri