Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Juara 1 Khitabah International di Malaysia

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 18 Januari 2026 | 05:38 WIB
SANG JUARA: Penampilan Mamluatut Tartila dalam Final Lomba Khitabah International MIHRAB 2.0 di UniSZA pada 18 Desember 2025. (PERS PP ANNUQAYAH LUBANGSA PUTRI)
SANG JUARA: Penampilan Mamluatut Tartila dalam Final Lomba Khitabah International MIHRAB 2.0 di UniSZA pada 18 Desember 2025. (PERS PP ANNUQAYAH LUBANGSA PUTRI)

SUMENEP, RadarMadura.id – Prestasi membanggakan ditorehkan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah Lubangsa Putri Mamluatut Tartila.

Dia berhasil meraih gelar juara pertama lomba khitabah international dalam ajang UniSZA International Arabic Festival (MIHRAB 2.0).

Lomba ini diselenggarakan oleh Persatuan Bahasa Al-Qur’an (IQRA’) Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Ajang internasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Di antaranya Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indonesia, dengan beragam cabang lomba.

Salah satu cabang yang diperlombakan adalah khitabah (lomba pidato bahasa Arab).

MIHRAB 2.0 dilaksanakan melalui dua tahap. Babak seleksi daring digelar pada 16 November 2025 dan babak final secara offline pada 18 Desember 2025 di UniSZA Malaysia.

Mamluatut Tartila berhasil lolos ke empat besar final dan mendapatkan undangan resmi untuk bertanding secara langsung di UniSZA.

Dalam babak final, Mamluatut Tartila tampil dengan penuh percaya diri dengan penguasaan bahasa Arab yang kuat, hingga berhasil meraih Juara 1 Khitabah MIHRAB 2.0.

”Prestasi ini merupakan karunia dari Allah sekaligus buah dari doa para masyayikh, guru, dan orang tua, serta hasil dari ketekunan dan kesungguhan santri dalam belajar,” kata Faizatin selaku pendamping sekaligus ketua pengurus dalam keterangan tertulis Pengurus Pers PP Annuqayah Lubangsa Putri kepada Jawa Pos Radar Madura Jumat (16/1).

Dia mengaku bersyukur sekaligus mengapresiasi capaian yang berhasil diraih oleh santri dalam ajang tersebut.

Faizatin mengucapkan terima kasih kepada pihak Universitas Sultan Zainal Abidin beserta seluruh panitia MIHRAB 2.0 atas ruang, kepercayaan, dan penyambutan yang sangat baik.

Menurutnya, profesionalisme dan kualitas pelaksanaan lomba menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran penting bagi peserta.

Baca Juga: Aliansi Mahasiswa Sumenep Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

Penghargaan setinggi-tingginya juga ditujukan kepada dewan juri atas penilaian yang objektif dan penuh kebijaksanaan.

”Semoga kerja sama dan ukhuwah ilmiah ini akan terus berlanjut,” harapnya.

Lebih lanjut Faizatin menegaskan bahwa capaian tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar prestasi personal, yaitu representasi dari nilai-nilai pesantren yang menjunjung tinggi adab, kedisiplinan, ketekunan belajar, serta kecintaan terhadap bahasa Arab sebagai bahasa ilmu dan dakwah.

”Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus belajar, tetap rendah hati dalam keberhasilan, serta istiqamah dalam mengabdikan ilmu bagi umat,” tambahnya.

Mamluatut Tartila sangat bersyukur atas capaian tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada UniSZA dan panitia MIHRAB 2.0 atas pengalaman yang luar biasa.

APRESIASI: Mamluatut Tartila berfoto bersama Prof Madya Dr Nurazan Mohmad Rouyan dan Dr Mohd Fauzi Abdul Hamid selaku dewan UniSZA usai penyerahan penghargaan Juara 1 Khitabah.
APRESIASI: Mamluatut Tartila berfoto bersama Prof Madya Dr Nurazan Mohmad Rouyan dan Dr Mohd Fauzi Abdul Hamid selaku dewan UniSZA usai penyerahan penghargaan Juara 1 Khitabah.

”Prestasi ini saya persembahkan untuk pesantren, para guru, dan semua yang telah mendoakan serta membimbing saya. Semoga bahasa Arab terus menjadi jalan dakwah dan ilmu bagi kami semua,” ungkap santri yang juga mahasiswa semester 1 prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Annuqayah Guluk-Guluk tersebut.

Pengasuh Ponpes Annuqayah Lubangsa KH Moh. Shalahuddin A. Warits juga bersyukur atas capaian santriwati tersebut.

Pihaknya turut bangga dengan konsistensi santri yang terus mengasah bakat kompetisinya pada ajang internasional seperti yang baru-baru ini ditunjukkan di Terengganu, Malaysia.

”Kami mengucapkan selamat atas prestasi ananda Mamluatut Tartila, lebih-lebih telah menjuarai salah satu cabang lomba internasional, yaitu khitabah. Tentu pencapaian ini akan menjadi modal serta kenangan indah di masa-masa yang akan datang,” katanya.

Dia menambahkan, pesantren akan terus berupaya menyediakan ruang bagi santri untuk mengembangkan diri, mengasah keterampilan, dan menambah ilmu pengetahuan.

Kemenangan ini semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia, 18 Desember.

Prestasi tersebut menjadi hadiah bermakna bagi Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri.

Selain itu sekaligus penegasan bahwa bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai disiplin ilmu, tetapi juga dihidupkan sebagai bahasa dakwah, pemikiran, dan peradaban.

Atas prestasi ini, Mamluatut Tartila berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri di panggung internasional MIHRAB 2.0 UniSZA Malaysia. (*/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri #annuqayah #Unisza #Juara 1 Khitabah #Hari Bahasa Arab Sedunia #lomba internasional #UniSZA International Arabic Festival #MIHRAB #Mamluatut Tartila #santri #prestasi