Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Aliansi Mahasiswa Sumenep Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 16 Januari 2026 | 09:10 WIB
MENYUARAKAN: Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi di depan kantor PPP di Jalan Jokotole, Desa Gedungan, Batuan, Sumenep, kemarin. Setelah PAN dan Nasdem, mahasiswa geruduk PPP, PBB, dan PDIP.
MENYUARAKAN: Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi di depan kantor PPP di Jalan Jokotole, Desa Gedungan, Batuan, Sumenep, kemarin. Setelah PAN dan Nasdem, mahasiswa geruduk PPP, PBB, dan PDIP.

SUMENEP, RadarMadura.id – Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung.

Kali ini, massa aksi mendatangi kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan PDI Perjuangan di Kabupaten Sumenep.

Aksi tersebut dilakukan secara maraton dengan menyasar kantor partai politik di Sumenep.

Sebelumnya, AMS telah melakukan demonstrasi di kantor DPRD Sumenep serta kantor DPC PKB, Golkar, PAN, dan Nasdem.

Koordinator aksi Abd. Halim menegaskan, jika pilkada tidak langsung disahkan oleh pemerintah pusat, hal itu menandakan bangkitnya kembali praktik Orde Baru yang telah ditumbangkan oleh masyarakat melalui reformasi.

”Jika dilanjutkan, pilkada tidak langsung merupakan pengkhianatan terhadap reformasi,” tegasnya.

Menurut Halim, alasan pemerintah yang menyoroti mahalnya biaya politik dan maraknya politik uang seharusnya disikapi dengan evaluasi sistem. Bukan dengan mengebiri hak dan kedaulatan rakyat.

Dia menegaskan, aksi tersebut dilakukan agar partai politik di Sumenep menyampaikan rekomendasi penolakan pilkada tidak langsung kepada pengurus pusat masing-masing.

”Partai seharusnya mendorong penguatan pendidikan politik, pengawasan pemilu, dan penegakan hukum sebagai solusi utama persoalan pilkada, bukan justru membatasi hak politik warga negara,” pintanya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mengaku kecewa terhadap PDI Perjuangan karena tidak menemui massa aksi.

”PDIP tidak berani menemui kami. Ini membuktikan PDIP hanya mengambil eksistensi dalam menolak wacana pilkada tidak langsung, dan tidak benar-benar berpihak pada rakyat untuk menjaga kedaulatan tetap di tangan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Sumenep Ali Fikri yang menemui massa aksi menyatakan akan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan partai di tingkat pusat. Sebab, kewenangan terkait kebijakan tersebut berada di pengurus pusat.

”Kedaulatan rakyat harus tetap di tangan rakyat. Kami setuju dengan tuntutan mahasiswa,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua DPC PBB Sumenep Badrul Aini. Dia menyatakan siap menerima dan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan partai di tingkat struktural pusat.

”Terkait wacana pilkada tidak langsung, kami selalu mendukung aspirasi rakyat dan mahasiswa,” pungkasnya. (tif/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Aliansi Mahasiswa Sumenep #AMS #massa aksi #Aspirasi Mahasiswa #penolakan pilkada tidak langsung #praktik Orde Baru #wacana pilkada tidak langsung #demonstrasi