Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemberian Beasiswa Sasar Ratusan Mahasiswa

Amin Basiri • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:43 WIB
FOKUS: Sejumlah mahasiswa tengah mengerjakan tugas di salah satu warung kopi di Sumenep, Rabu (24/1).
FOKUS: Sejumlah mahasiswa tengah mengerjakan tugas di salah satu warung kopi di Sumenep, Rabu (24/1).

SUMENEP, RadarMadura.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelontorkan anggaran hampir setengah miliar untuk program pemberian beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu.

Program itu melekat di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Sumenep Tri Budi Hastutik menyampaikan, program beasiswa digulirkan setiap tahun.

Anggaran yang digelontorkan tahun ini mencapai Rp 455 juta. Sasarannya 176 mahasiswa. 

Pemberian beasiswa tersebut merupakan wujud perhatian Pemkab Sumenep bagi mahasiswa kurang mampu. Sehingga, mereka tetap bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi. 

”Pemberian beasiswa ini guna membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya pendidikannya. Nantinya para penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta,” katanya. 

Mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa harus warga asli Kabupaten Sumenep yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Syarat lain yang harus dipenuhi ialah surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kepala desa. Juga bukti status aktif sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi terkait. 

Selain itu, mahasiswa juga harus menjalani perkuliahan minimal semester tiga.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, guna memastikan mahasiswa yang menerima bantuan belum menerima beasiswa dari pihak lain. 

”Sebelum penyaluran, kami lakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan penerima benar-benar aktif berkuliah,” imbuhnya. 

Aggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta agar dinas terkait untuk memperketat proses seleksi para penerima.

Dengan begitu, yang memperoleh merupakan mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. 

”Yang perlu diperhatikan adalah penyalurannya harus kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” pintanya. (tif/jup) 

Editor : Amin Basiri