SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi dan pengawas Rabu (14/1).
Kegiatan yang diadakan di Pendopo Keraton Sumenep itu dipimpin langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Bupati (Wabup) KH Imam Hasyim.
Terdapat sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama eselon 2 atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang diambil sumpah.
Yakni, Ferdiansyah Tetrajaya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah serta Faruk Hanafi sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata.
Kemudian, Agus Dwi Saputra sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Anwar Syahroni sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Moh. Iksan sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Selanjutnya, Heru Santoso sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Rahman Riadi sebagai Kepala Dinas Sosial.
Juga Mustangin sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan serta Beni Irawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
Selain sembilan kepala OPD tersebut, juga dilakukan pengukuhan pengawas eselon IV di tingkat kecamatan.
Baik mereka yang ada di wilayah daratan maupun kepulauan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan melalui proses yang panjang.
Yakni, dengan proses asesmen untuk pejabat eselon 2. Termasuk melalui usulan dari kecamatan berkenaan dengan eselon IV.
”Saya mengucapkan selamat kepada semua yang sudah dilantik,” katanya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan, pejabat yang sudah dilantik harus menunjukkan kinerja terbaiknya.
Juga harus terus berinovasi dan menjalankan kebijakan serta program dengan sebaik mungkin.
Termasuk melanjutkan program baik yang sudah dijalankan pejabat sebelumnya.
“Tunjukkan kemampuan dan kinerja terbaiknya dalam mengabdi kepada negara, khususnya di lingkungan Pemkab Sumenep,” tegas Fauzi.
Fauzi menambahkan, mutasi dan rotasi ini merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan.
Yakni, untuk memberikan penyegaran di masing-masing OPD. Mutasi tersebut akan terus dilakukan di masa mendatang.
“Yang pasti, mutasi ini kami lakukan bukan karena ada yang bermasalah, tapi ini sebagai bentuk penyegaran,” tegas bupati dua periode itu. (iqb/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti