SUMENEP, RadarMadura.id - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Sumenep tidak memiliki lahan untuk membangun gerai Koperasi Merah Putih (KMP).
Berdasarkan data dinas koperasi usaha kecil menengah, perindustrian dan perdagangan (DKUPP), mayoritas desa yang tidak memiliki lahan berada di kepulauan.
Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli mengatakan, karakteristik geografis desa di wilayah kepulauan berupa gugusan pulau kecil.
Sehingga, ketersediaan tanah milik desa menjadi terbatas.
"Terutama di pulau ya, pulau ini kan agak sulit mencari lokasi yang strategis. Apalagi desanya masih gugusan pulau", katanya.
Ramli menuturkan, masalah keterbatasan lahan tidak hanya terjadi di wilayah kepulauan.
Di wilayah daratan DKUPP juga menemukan beberapa desa yang tidak memiliki lahan memadai untuk membangun gerai KMP sesuai dengan ketentuan.
Temuan terkait desa yang tidak memiliki lahan tersebut, kata Ramli, sudah dilaporkan kepada pemerintah pusat pada pertengahan Desember 2025.
"Hingga saat ini kami masih menunggu petunjuk dan arahan lebih lanjut dari pusat", tuturnya.
Dia menegaskan, pihaknya memprioritaskan objek tanah yang rata-rata sudah siap dibangun.
Kalau lahannya milik lembaga lain, tentu harus melalui proses pengusulan dan administrasi.
Kalau perkembangan pembangunan gerai KDMP di Sumenep terus berjalan, ujarnya.
Ditambahkan, berdasarkan laporan yang masuk, sejumlah desa sudah siap dengan objek tanahnya, bahkan sebagian sudah masuk tahap pembangunan fisik.
Sementara hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 99 gerai KMP mulai dibangun, dan secara fisik progresnya sudah terlihat.
"Pemerintah pusat menargetkan, pada Maret depan, sebanyak 134 gerai KMP sudah bisa beroperasi dan melayani masyarakat", imbuhnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, keaktifan usaha KMP tidak kalah penting dengan pembangunan gerai secara fisik.
Keberadaan gedung atau gerai hanya akan bermakna apabila diiringi dengan aktivitas usaha yang berjalan produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Karena itu, DKUPP harus memastikan koperasi benar-benar hidup dan aktif di Sumenep", tandasnya. (tif/yan)