Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Legislatif Bakal Evaluasi Job Fair 2025 Buntut Serapan Bursa Kerja Minim

Amin Basiri • Selasa, 13 Januari 2026 | 02:05 WIB
BUTUH KERJA: Ratusan pemuda Sumenep berdesakan mengikuti bursa kerja 2025 di Gedung KORPRI Sumenep.
BUTUH KERJA: Ratusan pemuda Sumenep berdesakan mengikuti bursa kerja 2025 di Gedung KORPRI Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Serapan job fair Kabupaten Sumenep 2025 dinilai tidak maksimal dalam menyerap tenaga kerja.

Event yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep mendapat sorotan dari DPRD Sumenep.

Karena itu, legislatif bakal mengevaluasi kegiatan bursa kerja tersebut.
Data Disnaker Sumenep, terdapat 850 pendaftar yang mengisi link saat job fair.

Tercatat hanya 46 persen atau 393 orang yang diterima kerja dalam event tersebut. Angka ini dinilai sangat kecil dalam menyerap tenaga kerja.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menyatakan, pihaknya akan segera memanggil dinas terkait untuk meminta data serapan tenaga kerja dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sehingga, pada pelaksanaan selanjutnya lebih maksimal menyerap tenaga kerja.
”Akan kami panggil dalam waktu dekat untuk mengevaluasi kegiatan itu,” ujarnya.

Masdawi mengutarakan, job fair digelar tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran di Sumenep. Sebab itu, dia meminta dinas terkait lebih matang dalam merencanakan kegiatan tersebut. Termasuk dalam memilih perusahaan yang akan menjadi peserta.

”Dengan jumlah pendaftar yang mencapai 850 itu kan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sebab itu, ke depan perusahaan yang menjadi peserta diharuskan dapat menggaji pekerja minimal yang sesuai dengan UMK,” pintanya.

Kepala Disnaker Sumenep Heru Santoso menilai, serapan tenaga kerja tersebut sudah cukup bagus. Menurutnya, selama ini warga Sumenep memiliki pola pikir yang cenderung instan.

Tidak sedikit peserta Job fair memilih mundur saat mengetahui besaran gaji karena dinilai tak sesuai.”Mereka mendadak menyatakan tidak siap bekerja,” ungkapnya.

Dia menambahkan, institusinya hanya memfasilitasi para pencari kerja agar mendapatkan pekerjaan.

”Sejumlah perusahaan mengeluhkan sulitnya mencari pekerja. Sebab, warga pilih-pilih pekerjaan. Padahal, setiap orang itu harus merintis dari bawah. Yang paling penting memiliki inisiatif untuk merintis dari bawah,” imbuhnya. (tif/bil)

 

Editor : Amin Basiri
#sumenep #job fair #disnaker #bursa kerja