DINKES
SUMENEP, RadarMadura.id – Di Kabupaten Sumenep belum ditemukan kasus influenza A (H3N2) subclade K atau superflu.
Meski begitu, dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes P2KB) memperkuat langkah antisipasi dengan meningkatkan sistem kewaspadaan dini di semua puskesmas.
Penguatan kewaspadaan itu dilakukan melalui penanggung jawab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di setiap puskesmas agar lebih sigap memantau perkembangan kasus.
Selain itu, bertujuan mencegah munculnya gejala yang mengarah pada superflu.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ellya Fardasah melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri memastikan jika saat ini belum ada laporan maupun temuan kasus influenza A (H3N2) subclade K.
Sejauh ini masih nihil. Tapi kami tetap meminta seluruh puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan, katanya Kamis (8/1).
Dia menyatakan, setiap puskesmas tetap siaga dan proaktif memantau perkembangan kasus di wilayah kerja masing-masing.
Kami sudah menginformasikan ke seluruh PJ ISPA di puskesmas agar waspada terhadap perkembangan informasi yang beredar mengenai superflu, jelasnya.
Dinkes P2KB Sumenep juga bekerja sama dengan penanggung jawab promosi kesehatan (PJ promkes) di setiap puskesmas untuk sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan kasus tersebut.
Baik melalui posyandu, pamflet, UKS, atau balai desa dan kecamatan.
Kami memang belum menyebarkan surat edaran secara resmi ke puskesmas, karena masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kemenkes terkait persebaran superflu, terangnya.
Syamsuri menambahkan, tanda-tanda superflu hampir sama dengan penyakit flu biasanya.
Biasanya ditandai dengan nyeri persendian, panas yang tinggi melebihi flu biasanya, dan nyeri seluruh badan.
Dia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas setempat jika mengalami gejala tersebut.
Sehingga, kami bisa mendeteksi secara dini, apakah flu biasa atau superflu. Tapi, sejauh ini di Sumenep masih aman, tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri