SUMENEP, RadarMadura.id– Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep mulai menyalurkan bantuan seragam bagi siswa kelas II jenjang SD dan MI pada Selasa (6/1). Total jumlah penerima mencapai 16.952 siswa.
Penyaluran seragam dilakukan secara bertahap. Dispendik Sumenep menentukan satu lokasi titik pengambilan seragam di setiap kecamatan agar pendistribusian terkoordinasi dan mudah diawasi.
Anggaran pengadaan seragam tersebut dialokasikan sebasar Rp 3,5 miliar. Namun, dana tersebut tidak terserap seratus persen.
Dispendik Sumenep hanya menyisakan anggaran Rp 100 juta.
Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, proses pengadaan seragam tuntas sebelum masa kontrak kerja sama berakhir pada 29 Desember 2025.
Pihaknya menunjuk CV Awina Grup sebagai penyedia seragam tersebut.
Menurutnya, keterlambatan distribusi bukan karena kendala pengadaan, melainkan libur sekolah.
Seragam sudah selesai diproduksi, tapi tidak memungkinkan langsung dibagikan karena sekolah masih libur.
Distribusi baru bisa dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar berjalan, katanya.
Dia mengutarakan, pengadaan seragam gratis ini merupakan program prioritas utama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
Harapannya, mereka lebih termotivasi untuk bersekolah dan rajin belajar, harapnya.
Kepala Bidang SD Dispendik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi menyampaikan, hari pertama pendistribusian difokuskan untuk SD di Kecamatan Batuan.
Penyaluran seragam di SD Batuan sudah tuntas, sementara untuk siswa MI belum selesai.
Distribusi bantuan untuk SD sudah selesai. Hari ini (kemarin) penyaluran di Kecamatan Dungkek dan Gapura. Besok (hari ini) di Pasongsongan dan Ambunten, terangnya, kemarin (7/1).
Dijelaskan, seragam langsung diserahkan ke kepala sekolah sesuai dengan jumlah siswa yang diajukan.
Dia menargetkan penyaluran rampung sebelum akhir Januari 2025. Khusus wilayah kepulauan, pihaknya masih menunggu jadwal kapal.
Petugas yang menangani distribusi hanya dua orang. Kami berharap seluruh seragam bisa tersalurkan tepat waktu sesuai rencana, ujarnya.
Dia menambahkan, anggaran Rp 3,5 miliar untuk pengadaan seragam tersebut tidak terserap semuanya. Menurutnya, anggaran yang terpakai Rp 3,4 miliar.
”Untuk siswa SD sebanyak 9.591 anak, anggarannya sekitar Rp 1,9 miliar. Sedangkan siswa MI berjumlah 7.361 anak dengan nilai pengadaan Rp 1,5 miliar.
Sisanya Rp 100 juta tetap menjadi silpa di kas daerah. Kami membelanjakan anggaran sesuai kebutuhan, termasuk biaya pengiriman ke tiap kecamatan, tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri