SUMENEP, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar tahun 2025 tidak tercapai.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep hanya menyetor Rp 2,3 miliar dari target Rp 2,6 miliar. Alasannya, banyak los yang tidak diminati pedagang.
Catatan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), PAD yang tidak tercapai bukan tahun 2025 saja.
Tahun-tahun sebelumnya juga demikian. Tahun 2023 misalnya, DKUPP hanya menyetor Rp 1,6 miliar dari target Rp 2,1 miliar.
Kemudian pada 2024, DKUPP hanya menyetor 97,15 persen dari target Rp 2 miliar. PAD tersebut dikumpulkan dari puluhan pasar yang dikelola pemkab.
Di Kota Keris, saat ini tercatat ada 46 pasar. Perinciannya 27 pasar berstatus milik pemkab, 15 pasar milik pemerintah desa, serta empat pasar milik pihak lain.
Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil mengatakan, capaian PAD tahun 2025 memang belum sesuai harapan. Capaiannya belum memenuhi target.
“Untuk capaian PAD pasar tahun 2025 sebesar 91,03 persen atau Rp 2,3 miliar dari target Rp 2,6 miliar,” katanya.
Idham menyampaikan, selama ini pihaknya sudah berusaha untuk memenuhi target. Akan tetapi, tidak berjalan maksimal karena masih ada beberapa pasar hewan yang belum beroperasi.
"Kendala lainnya, pedagang belum berminat menempati kios. Persoalan tersebut nanti akan kami evaluasi agar capaian target tahun 2026 berjalan maksimal,” janjinya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri