SUMENEP, RadarMadura.id – Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd menebar manfaat. Salah satunya melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM).
Program ini dilaksanakan secara konsisten di berbagai bidang setiap tahun oleh kontraktor kontrak kerja Sama (KKS) tersebut.
Program PPM KEI di Kecamatan Sapeken tahun ini direalisasikan dalam berbagai program.
Seperti pelatihan produk hasil tanaman mangrove, peningkatan sarana prasarana pendidikan dan keagamaan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pelestarian lingkungan pesisir dan biota laut.
Pelatihan produk hasil tanaman mangrove digelar di Pulau/Desa Pagerungan Besar, Selasa (9/12). KEI mendatangkan pelatih Ferry Agung Istiasmara (Kelompok Pengolah Kopi Mangrove Arjuna Berdikari) dari Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) Semarang.
Pelatihan pembuatan kopi mangrove ini diikuti anggota Karang Taruna Persada, Karang Taruna Laskar Obor, dan Karang Taruna Bina Muda Berkarya.
Pelatihan ini dihadiri Vice President Human Capital & Support PT KEI Ltd Iman Santoso dan Manager Public Government Affair KEI Kampoi Naibaho beserta tim.
Mereka menyaksikan praktik pengolahan biji mangrove dan berinteraksi dengan peserta yang antusias mengikuti pelatihan.
Sementara itu, peningkatan sarana prasarana pendidikan dan keagamaan diwujudkan dalam bentuk bantuan.
Di antaranya, bantuan mesin diesel dan dinamo untuk Yayasan Nurul Hidayah Paliat, Desa Paliat; serta bantuan karpet sajadah dan vacuum cleaner untuk Masjid Nurul Hidayah Sepangkur, Desa Sabuntan.
Selain itu, bantuan meja dan kursi kerja untuk Pondok Pesantren Nurul Amien Sapeken; serta bantuan meja dan kursi untuk MWCNU Sapeken.
Serah terima dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Amien Sapeken, Rabu (10/12).
Pada hari yang sama, tim PPM KEI menyeberang ke Pulau/Desa Saseel.
Di pulau ini dilaksanakan serah terima program peningkatan pelayanan kesehatan berupa ambulans mini roda tiga untuk pusat kesehatan masyarakat pembantu (pustu).
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sapeken Atmuni Sucipto mengatakan, PPM KEI bermanfaat kepada masyarakat.
”Masyarakat bersyukur bisa menikmati sentuhan-sentuhan dari KEI,” kata pria yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sapeken itu.
Selanjutnya, tim bergerak ke Pulau Pagerungan Kecil, Kamis (11/12). Di pulau ini tim melaksanakan beberapa kegiatan.
Yakni, pelestarian lingkungan pesisir dan biota laut berupa transplantasi terumbu karang dan pemasangan apartemen ikan bersama Karang Taruna Bina Muda Berkarya.
”Kegiatan ini seratus persen berkolaborasi dengan KEI,” tegas Faisal dari Karang Taruna Persada Sadulang yang mendampingi peserta di perairan Pagerungan Kecil siang itu.
Peserta melakukan transplantasi terumbu karang 400 bibit yang terbagi dalam sepuluh rak.
Dari perairan itu kemudian tim kembali ke daratan Pulau Pagerungan Kecil untuk melakukan monitoring pemanfaatan sepeda rombong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sualma, 40, salah seorang penerima sangat terbantu atas bantuan sepeda rombong dari PPM KEI.
Di pulau ini tim juga menemui seorang penerima bantuan mesin perahu nelayan, Isak Asy’ari. Pria 60 tahun itu bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian KEI.
Sejak menekuni pekerjaan sebagai nelayan, dia baru kali ini punya mesin sendiri. ”Sebelumnya pinjam,” katanya.
Perangkat Desa Pagerungan Kecil Abd. Rahim mengungkapkan, bantuan dari PPM KEI melalui tahapan dari bawah.
Dimulai dari musyawarah dusun (musdus) dan musyawarah desa (musdes). Karena itu, bantuan yang diterima dapat bermanfaat karena tepat guna dan tepat sasaran.
Selain mesin perahu nelayan dan sepeda rombong, bantuan dari tim PPM KEI di Desa Pagerungan Kecil berupa mesin serkel untuk mebel.
Dia berpesan kepada penerima agar memanfaatkan bantuan dari KEI ini semaksimal mungkin. ”Bantuan ini sangat membantu pekerjaan masyarakat,” kata bendahara desa itu.
Manager Public Government Affair KEI Kampoi Naibaho mengatakan, program PPM di Kecamatan Sapeken ini sudah dijalankan beberapa tahun. Program-program itu sesuai kebutuhan masyarakat.
Meliputi bidang sosial, ekonomi, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lingkungan.
”Program PPM ini sebagai wujud komitmen kami untuk membantu masyarakat,” katanya. ”PPM 2025 sudah diserahterimakan kepada penerima,” imbuhnya.
Program PPM ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional hulu migas di wilayah kerja operasi.
Oleh karena itu, SKK Migas selalu memastikan setiap program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan KKKS, termasuk yang dilakukan oleh KEI, benar-benar memberi manfaat nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan sebagai komitmen hulu migas untuk mendorong kemandirian masyarakat di wilayah operasi. (luq)
Editor : Amin Basiri