SUMENEP, RadarMadura. Id – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang dikelola Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep terancam tak capai target.
Sebab, hingga akhir tahun ini capaiannya Rp 1.035.000.000 dari target Rp 1,2 miliar.
Kepala Disbudporapar Sumenep Moh. Iksan mengutarakan, tahun lalu pihaknya berhasil menyumbang PAD sebesar Rp 1.052.000.000.
Capaian ini jauh dari target Rp 874. Sebab itu, target PAD tahun ini dinaikkan menjadi Rp 1,2 miliar.
”Kami terus berupaya untuk mencapai target, minimal sama dengan tahun kemarin,” tuturnya.
Iksan optimistis target PAD sektor pariwisata bisa tercapai. Pihaknya akan memaksimalkan momentum liburan natal dan tahun baru (nataru) 2026.
Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk mengejar kekurangan PAD tersebut.
Dia mengaku sudah melakukan perbaikan infrastruktur destinasi wisata dan promosi.
Tujuannya, untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, berbagai event juga digelar untuk meningktkan kunjungan wisatawan.
”Tahun ini terdapat 110 event yang diselenggarakan Pemkab Sumenep. Semua itu dilakukan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumenep. Tahun depan juga sudah disiapkan berbagai event,” ucapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, PAD merupakan sumber penting dalam menunjang pembiayaan pembangunan daerah.
Jika capaian PAD rendah, dikhawatirkan akan berdampak pada lambatnya pembangunan di Kota Keris.
”Rekomendasi kami, tata kelola dan fasilitas di tempat wisata harus diperbaiki. Sehingga dapat menarik minat wisatawan dan itu akan berdampak pada meningkatnya capaian PAD,” sarannya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri