SUMENEP, RadarMadura.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep berupaya melakukan penguatan pada sektor pertanian.
Di antaranya membentuk kawasan budi daya cabai jamu.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menuturkan, pengembangan cabai jamu merupakan kelanjutan dari program kawasan Smart Farming Hortikultura yang sudah diresmikan.
Pihaknya berinisiatif memperluas konsep serupa pada komoditas lain, yakni cabai jamu.
Salah satu potensi yang sangat kuat di Sumenep adalah cabai jamu di Desa Bluto dan Lobuk.
Di sana menjadi satu-satunya sentra budi daya cabai jamu yang dikelola secara intensif dan monokultur, tuturnya.
Pria yang akrab disapa Inung itu menjelaskan, pihaknya akan mendata secara menyeluruh mulai kepemilikan lahan, luasan areal, hingga pemetaan kelembagaan petani dan pembudi daya cabai jamu di kawasan tersebut.
Menurut dia, pihaknya menginginkan kawasan ini benar-benar terukur.
Data menjadi kunci, kami menginginkan kawasan ini benar-benar terukur, baik dari sisi lahan maupun sumber daya manusianya sehingga mudah didampingi dan dikembangkan, terangnya.
Inung menerangkan, selain aspek budi daya, pihaknya juga menyiapkan konsep pengembangan hulu–hilir pada komoditas tersebut.
Tujuannya, agar petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari pengolahan.
Kami ingin di kawasan ini bergerak bersama. Semua unsur kami libatkan agar pengelolaan kawasan berjalan tertib, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi petani, paparnya.
Dia berharap, terbentukanya kawasan budi daya cabai jamu bisa menciptakan manajemen pertanian yang lebih baik, efisien dan mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar yang lebih luas.
Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan petani jika pengelolaan kawasan terintegrasi. Petani tidak berjalan sendiri, tetapi didampingi secara sistematis, tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri