SUMENEP, RadarMadura.id - Serapan tenaga kerja di aglomerasi pabrik hasil tembakau (APHT) yang terletak di Kecamatan Guluk-Guluk harus maksimal.
Pasalnya, pembangunan gedung tersebut menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.
Sekadar diketahui, anggaran pembangunan APHT menelan anggaran miliaran.
Pembangunan APHT dimulai sejak 2021 dengan anggaran Rp 9,6 miliar.
Pada 2022 kembali dianggarkan Rp 1.801.491.585 dan pada 2023 juga mendapatkan anggaran Rp 3.439.422.084.
Anggaran miliaran itu ternyata masih kurang. Pada 2024 kembali mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1.895.573.562. Kemudian, tahun ini dialokasikan sebesar Rp 4,5 miliar.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi mengatakan, APHT harus banyak menyerap tenaga kerja, baik dari sekitar lingkungan APHT maupun di wilayah lain di Kota Keris.
Sehingga, keberadaan gedung itu bisa menekan angka pengangguran,” katanya.
Dia meminta setelah nanti hasil produksi dan pangsa pasar sudah bagus, maka harus ada peningkatan jumlah tenaga kerja.
Sehingga. APHT bisa menjadi acuan dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Sumenep.
”Saya berharap penerimaan tenaga kerja betul-betul transparan. Siapa pun yang punya skill boleh bekerja di situ,” ujarnya.
Masdawi menilai, apabila APHT itu dikelola dengan baik, maka dampaknya akan sangat besar.
Salah satunya bisa meningkatkan harga pembelian tembakau dari petani. Berdampak pada industri tembakau dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli menyatakan, gedung APHT nantinya akan menampung 11 perusahaan rokok (PR).
Setiap PR akan mempekerjakan 20 orang. Dengan demikian, gedung APHT ini nanti akan menyerap 220 pekerja,” jelasnya.
Menurut dia, jumlah pekerja yang terserap diakui masih terbatas. Salah satu pemicunya, jumlah PR yang tergabung ke gedung APHT sedikit.
Sebenarnya banyak yang berminat. Tapi, untuk sementara kita belum bisa menambah PR lagi. Sebab, kapasitas gedung APHT juga terbatas,” kata dia.
Menurutnya, ke depan institusinya akan berusaha agar jumlah pekerja di gedung APHT terus bertambah.
Salah satu langkah yang akan dilakukan institusinya adalah dengan memperluas kapasitas atau membuat gudang baru.
”Tahun depan kita mengupayakan membuat dua gudang baru. Tujuannya, agar mampu menampung PR dan para pekerja lebih banyak,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri