SUMENEP, RadarMadura.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep resmi menetapkan dua nahkoda baru dari hasil Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 yang digelar di Ponpes Annuwayah Latee, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Minggu (7/12) malam.
Dalam forum itu, KH A Washil Hasyim ditetapkan sebagai Rais Syuriah dan KH MD Widadi Rahim sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Sumenep periode 2025-2030.
KH MD Widadi Rahim terpilih melalui proses panjang Konfercab.
Ia ditetapkan melalui sidang pleno IV yang dipimpin jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, M Faqih, dan sekretaris sidang KH Ahsanul Haq selaku Katib Syuriah PWNU Jatim.
Dalam sidang penjaringan atau pemilihan bakal calon ketua tanfidziyah PCNU Sumenep, Kiai Widadi memperoleh usulan 12 suara.
Selanjutnya, KH Abdul Wasid mendapat usulan tujuh suara, dan KH M Bahrul Widad usulan lima suara.
Dengan itu, Kiai Widadi sah melanjutkan estafet kepengurusan NU di Kota Keris.
Sementara itu, KH Washil Hasyim terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep periode 2025-2030.
Terpilihnya pengasuh Pondok Pesantren Sumber Payung, Bataal Barat, Kecamatan Ganding itu, dipilih melalui musyawarah mufakat (aklamasi) ahlul halli wal aqdi (Ahwa) yang terdiri dari lima orang.
"Saya ini santrinya Kiai A'la, saya santri Lirboyo. Kalau mendapat amanah dari NU siap tidak siap saya harus siap.
Meskipun, mungkin ini bukan maqam saya," katanya, saat menyampaikan kesiapannya menjadi Rais Syuriah PCNU Sumenep.
Ketua PCNU Sumenep Terpilih, KH Widadi, mengaku tidak menyangka hasil pemilihan mengarah kepadanya.
Selama ini dirinya hanya berkoordinasi dengan seluruh MWC NU dan berkomitmen agar PCNU Sumenep berubah secara sistem yang lebih baik.
Dia menyatakan, dirinya akan mengembalikan kembali karakter dakwah ala NU yang dinilai kurang terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
"Dakwah qouliyah, fi'liyah, dan haliyah harus kembali diperkuat agar peran NU benar-benar dirasakan masyarakat," terangnya.
Kiai Widadi menegaskan bahwa kepengurusan sebelumnya tetap menjadi rujukan dalam menyusun program kerja.
Sejumlah rekomendasi dari hasil konferensi juga akan segera ditindaklanjuti.
Ia menegaskan, dinamika yang terjadi di tingkat PBNU tidak akan mengganggu jalannya program PCNU Sumenep.
"Jika ada yang bertanya tentang kondisi PBNU, kami sampaikan bahwa jika kepala di atas sakit, perut di bawah tidak harus sakit," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri