Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tanggul Sungai Saroka Dirusak, DPUTR Sumenep Bakal Surati PT Garam

Amin Basiri • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:14 WIB
JADI PERHATIAN: Air dari waduk sekunder PT Garam mengalir ke Sungai Kali Saroka, Sumenep, Kamis (4/12).
JADI PERHATIAN: Air dari waduk sekunder PT Garam mengalir ke Sungai Kali Saroka, Sumenep, Kamis (4/12).

SUMENEP, RadarMadura. Id– Tanggul Sungai Saroka diduga dirusak oleh PT Garam. Badan usaha milik negara (BUMN) itu diduga sengaja menjebol tanggul sungai untuk membuang air di waduk sekunder.

Karena itu, dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) bakal bersurat ke BUMN tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas PUTR Sumenep Hendri mengatakan, pihaknya sudah mengetahui berkenaan perusakan tanggul Kali Saroka, Kecamatan Saronggi.

Perusakan itu dilakukan untuk membuang air dari suatu tempat ke sungai. ”Iya, itu tanggul yang dirusak, katanya.

Dirinya mengaku, belum mengetahui secara pasti siapa yang melakukan perusakan tersebut. Pihaknya masih menggali informasi di lapangan.

Informasi yang beredar, yang menjebol tanggul itu adalah PT Garam.

”Kita masih cari tahu. Kalau memang PT Garam, nanti akan kita surati secara resmi, tegas Hendri.

Warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Abdul Kadir membenarkan jika yang merusak jalan dan tanggul sungai tersebut adalah PT Garam.

Mereka melakukan perusakan menggunakan alat berat pada Sabtu (29/11).

”Itu dirusak untuk membuang air dari waduk sekunder ke Sungai Saroka. Makanya jalan dan tanggul sungai dijebol, tuturnya. 

Terpisah, Humas PT Garam Miftahul Arifin mengakui jika pihaknya membuang air di waduk sekunder yang dikelola.

Alasannya, debit airnya banyak dan airnya tidak memenuhi standar sehingga dibuang ke sungai. ”Iya memang kita buang ke Sungai Saroka, akunya.

Namun, dia membantah tudingan bahwa melakukan perusakan tanggul Sungai Saroka.

”Kita tidak sampai jebol tanggul sungai. Kita hanya jebol milik kita sendiri, tegas Miftah. (iqb/bil)

Editor : Amin Basiri