SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, dan sekitarnya geram terhadap PT Garam. Badan usaha milik negara (BUMN) itu diduga merusak akses jalan desa demi membuang air tambak ke Sungai Saroka pada Sabtu (29/11).
Warga Nambakor Abdul Kadir mengatakan, jalan desa dan tanggul Sungai Saroka dijebol menggunakan alat berat. Tindakan tersebut dilakukan sepihak tanpa pemberitahuan kepada warga yang sehari-hari memanfaatkan akses itu.
”Tidak ada sosialisasi. Karena tidak ada iktikad baik dari PT Garam, kami akhirnya membuat jalan darurat dari bambu secara swadaya agar warga tetap bisa lewat,” ujarnya.
Hingga Rabu (3/12), PT Garam belum melakukan perbaikan. Padahal, jalan yang rusak merupakan akses utama penghubung Desa Nambakor, Muangan, dan Sendir. ”Sampai sekarang belum ada perbaikan. Mungkin karena air di lahan mereka belum habis dibuang,” imbuh Kadir.
Akibatnya, warga terdampak. Banyak petani kesulitan menuju lahan untuk mengambil rumput ternak. ”Orang mau ke ladangnya saja sulit karena jalan dijebol. Ini seperti mematikan mata pencaharian masyarakat,” keluhnya.
Sementara itu, Humas PT Garam Miftahul Arifin membenarkan bahwa pihaknya melakukan penggalian jalan tersebut. Menurut dia, area yang dijebol merupakan milik PT Garam, sehingga perusahaan merasa berwenang melakukan tindakan itu.
”Itu areal PT Garam. Selama ini warga sudah kami bantu dengan diberi akses melintas untuk mencari rumput pakan ternak,” katanya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti