ADV UNIBA 1
MOH. LATIF/JPRM
FOKUS: Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Prof. Achsanul Qosasi saat menjadi keynote speaker dalam acara FGD KEK Tembakau Madura di Uniba Madura, kemarin.
SUMENEP, RadarMadura.id - Universitas Bahauddin Mudhary (Uniba) Madura berkomitmen mendukung penuh gagasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.
Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan dengan ditempatkannya Focus Group Discussion (FGD).
Ketua Yayasan Kudsiyah Bahauddin Mudhary, Prof. Achsanul Qosasi, mengatakan, Uniba Madura harus berada di barisan paling depan untuk mendukung KEK Tembakau Madura.
Begitu juga dengan para mahasiswa harus berada di garda paling depan agar KEK bisa berjalan dan diterapkan.
"Saya sudah minta Pak Rektor untuk menjadi garda terdepan dalam pembuatan KEK dan mensosialisasikannya kepada masyarakat," tegasnya saat menjadi Keynote Speaker di Edutorium Jagha Tembhe, Uniba Madura.
Prof. AQ menuturkan, KEK Tembakau dapat menjadi solusi atas harga tembakau di Madura yang sering diprotes tidak berpihak kepada petani.
"KEK Tembakau ini merupakan solusi atas protes dan kekesalan yang muncul dari ide dan pemikiran warga Madura sendiri," ucapnya.
Menurutnya, Madura layak dijadikan KEK Tembakau karena menjadi produsen tembakau terbanyak di skala nasional.
"Masyarakat Madura mayoritas petani tembakau dan garam. Kita bisa melihat itu dari ujung timur Pulau Madura, yakni Sumenep, hingga ke Bangkalan. Negara harusnya berterima kasih dan mengapresiasi warga Madura," ingatnya.
Dia menambahkan, menjadikan Madura sebagai KEK Tembakau sebenarnya sama saja mewujudkan salah satu cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto.
"Asta cita itu yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan melanjutkan pengembangan infrastruktur," tandasnya.
Sementara itu, Rektor Uniba Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menyatakan, dirinya punya harapan besar terhadap KEK Tembakau Madura.
Sebab memiliki ide-ide luar biasa. "Karena itu, Uniba berkomitmen akan menjadi garda terdepan dalam mendukung gagasan tersebut," tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya KEK tersebut, Madura akan mendapatkan fasilitas khusus, terutama dalam kebijakan-kebijakan fiskal.
"Dengan adanya KEK Tembakau Madura insyallah menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar. Dan yang paling penting, masyarakat Madura mendapatkan pembagian bagi hasil yang setimpal dari cukai rokok," tandasnya.
Sekadar diketahui, FGD tersebut dihadiri oleh berbagai elemen. Mulai dari akademisi, pengusaha tembakau, petani, anggota legislatif dan aktivis.
Juga dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri