SUMENEP, RadarMadura.id – Disperkimhub Sumenep dibebani target pendapatan asli daerah (PAD) sektor perhubungan sebesar Rp 4.218.500.000.
Capaian hingga sekarang, PAD tersebut melampaui target.
Yakni mencapai 106.86 persen atau Rp 4.507.919.125 dari target.
Sekretaris Disperkimhub Sumenep Agus Adi Hidayat mengatakan, terdapat sejumlah sumber PAD perhubungan, yakni jasa umum dan usaha.
Sumber PAD paling besar berasal dari jasa umum seperti parkir tepi jalan umum.
Capaian PAD mencapai Rp 3,9 miliar. ”Dalam sektor itu kami bekerjasama dengan Samsat Sumenep,” katanya, Selasa (25/11).
Dari sektor jasa usaha, lanjut Agus, penghasilannya kecil.
Misalnya PAD dari sektor pertokoan, pelayanan kepelabuhan dan penyeberangan air.
”Sektor itu tidak terlalu banyak kontribusinya dalam retrebusi daerah,” ujarnya.
Meski begitu, Disperkimhub berhasil melebihi target PAD. Agus memastikan, tahun depan target PAD yang diampu lembaganya akan dinaikkan.
”Pasti targetnya dinaikkan tahun depan,” ucapnya.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menyatakan, semua sumber PAD sebenarnya sama-sama memiliki potensi yang besar.
Menurutnya, hal itu bergantung kreatifitas OPD dalam memanfaatkan potensi tersebut.
”Makanya, (OPD) harus berusaha maksimal,” pintanya.
Dia mendorong agar target PAD tahun depan dinaikkan sehingga Pemkab Sumenep tidak hanya bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
”Kita kan tidak pernah tahu, jangan-janhan dana transfer dari pusat dikurangi lagi.
Jadi, mau tidak mau harus kreatif agar bisa meningkatkan PAD,” tukasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri