SUMENEP, RadarMadura.id -;Realisasi program hibah kelembagaan hingga saat ini masih belum tuntas.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep menyebut hingga saat ini baru terealisasi sekitar 90 persen.
Program tersebut mendapatkan kucuran dana cukup besar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni sebesar Rp 7.846.000.000.
Selain itu, dari APBD Perubahan 2025 mendapat tambahan anggaran Rp 4.372.350.000. Sehingga, total keseluruhan mencapai Rp 12.218.350.000.
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Sumenep Agus Boedianto membenarkan jika program tersebut belum tuntas.
Menurutnya, dari 156 lembaga penerima, terdapat lima dana hibah yang belum dicairkan. ”Hibah itu kan ada yang sumber anggarannya dari APBD Perubahan,” katanya.
Agus menuturkan, hibah itu digunakan untuk lembaga keagamaan.
Seperti masjid, musala, yayasan, pesantren, dan organisasi rukun kematian.
Bantuan yang diberikan berbentuk uang dan langsung ditransfer ke rekening penerima.
”Hanya dua kelompok rukun kematian yang mendapatkan bantuan berupa barang,” ucapnya.
Sekadar diketahui, pada tahun 2024 anggaran hibah kelembagaan tidak terserap semua.
Dari anggaran sebesar Rp 11.330.600.000, yang terserap hanya Rp 10.339.600.000. Artinya, terdapat sisa anggaran Rp 988.500.000 dan harus dikembalikan ke kasda.
Anggaran hibah kelembagaan pada 2024 bersumber dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Sumenep dan reguler.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi menegaskan, serapan anggaran program hibah kelembagaan harus optimal agar tidak mengulangi kegagalan pada tahun-tahun sebelumnya.
”Jangan sampai seperti tahun lalu. Ini program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti lembaga keagamaan dan rukun kematian. Harus serius merealisasikannya,” tegasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri