SUMENEP, RadarMadura.id – Layanan Perumda Air Minum Sumekar disorot wakil rakyat. Sebab, penyediaan air bersih yang dilakukan perusahaan pelat merah milik Pemkab Sumenep kerap bermasalah. Seperti yang dialami warga Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Agus Hariyanto menyatakan, air menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Pihaknya mendesak badan usaha milik daerah (BUMD) itu segera menuntaskan gangguan suplai air bersih ke Desa Pinggirpapas.
”Apalagi, warga di situ sepenuhnya bergantung ke PDAM," tegasnya.
Dia menegaskan, masalah macetnya pasokan air yang terus berulang menjadi tanda perlunya evaluasi serius terhadap manajemen dan sistem distribusi PDAM. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang kembali.
”Keluhan warga terhadap layanan PDAM bukan yang pertama kalinya. Ini kesempatan bagi PDAM untuk berbenah dan memperbaiki kualitas layanannya," terangnya.
Jika problematika itu tidak segera dituntaskan, maka internalnya akan memanggil manajemen PDAM. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi sebenarnya yang menyebabkan distribusi air bersih terganggu.
”Kami akan panggil PDAM untuk mendengar langsung penjelasan dan mencari solusi konkret penyelesaiannya," katanya.
Pihaknya meminta PDAM harus bisa lebih responsif dalam menangani keluhan masyarakat. Khususnya wilayah yang kerap terdampak gangguan. "Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan. PDAM harus hadir dengan solusi, bukan hanya penjelasan teknis tanpa penyelesaian," pintanya.
Kepala Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Ubaid Abdul Hayat menyatakan, warganya mengeluhkan suplai dari PDAM kerap macet dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga.
Dia berharap PDAM segera mengambil langkah konkret. Sebab, selama ini banyak warga yang mengadukan masalah penyediaan air yang tidak lancar. "Kasihan masyarakat, Jadi jangan sampai dibiarkan berlarut-larut," pintanya.
Direktur Perumda Air Minum Sumekar Febmi Noerdiansyah mengeklaim telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna menemukan titik permasalahan. Saat ini permasalahan aliran air tidak lancar sudah teratasi.
"Hanya tinggal di Dusun Kauman yang aliran airnya masih kurang lancar," ucapnya.
Salah satu penyebab tersendatnya penyediaan air bersih yaitu pemadaman listrik. Sebab, saat listirk padam, layanan akan terhenti. Sedangkan untuk melakukan reaktivasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Bukan mau menyalahkan, tapi memang itu sumber masalahnya, pemadaman listrik yang melebihi satu jam," jelasnya.
Untuk menangani masalah itu, Perumda Air Minum Sumekar telah menyediakan mesin genset agar kebutuhan listrik dalam distribusi air bersih tidak terganggu. ”Kalau ada wilayah yang masih belum lancar itu masih proses," tandasnya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti