Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Eksplorasi Tembakau Madura (17): Perlu Sinergi Semua Pihak Wujudkan KEK Tembakau Madura

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 11 November 2025 | 15:40 WIB

SATU MISI: Tim penyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (Kamura) berfoto bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo usai audiensi. (IST)
SATU MISI: Tim penyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (Kamura) berfoto bersama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo usai audiensi. (IST)
 

SUMENEP, RadarMadura.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura merupakan salah satu opsi untuk memajukan pertanian dan industri tembakau. Hal itu mendapat dukungan, dari kepala daerah di Pulau Garam. Tidak terkecuali Bupati Sumenep H Achmad Fauzi Wongsojudo.

Dukungan itu disampaikan saat tim penyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (Kamura) melakukan audiensi di rumah dinas bupati pada akhir Oktober lalu. Audiensi tersebut menjadi penutup dari rangkaian kunjungan Kamura ke empat kabupaten di Madura. Sebelumnya, tim telah bertemu bupati Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Kunjungan itu bertujuan untuk menghimpun dukungan serta masukan bagi penyusunan naskah akademik yang akan diajukan ke pemerintah pusat. ”Kami berterima kasih atas semangat teman-teman Kamura yang berpikir jauh ke depan untuk masa depan Madura. Saya ingin tembakau tidak lagi jadi sumber kemiskinan, tapi jalan menuju kesejahteraan,” ujar Fauzi.

Bupati Fauzi mengungkapkan, sejak 2021 Pemkab Sumenep telah mengambil langkah konkret dengan mendorong tumbuhnya industri rokok rakyat. Upaya itu dilakukan agar nilai tambah tembakau tidak hanya dinikmati pihak luar.

”Dulu cuma tiga perusahaan rokok. Saya ajak masyarakat ikut berusaha di sektor ini. Kami keluarkan izin enam pabrik, dan pada 2023 jumlahnya sudah tembus seratus. Sekarang sudah lebih dari seratus izin pabrik rokok rakyat yang kami keluarkan,” bebernya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata urusan investasi, tapi strategi sosial-ekonomi. Pemerintah berupaya mengubah pola lama, di mana petani hanya sebagai pemasok bahan baku. ”Kalau bicara KEK tembakau, artinya produksi dan industrinya harus di Madura. Karena itu, kami bangun kawasan industri hasil tembakau (KIHT) yang kini masuk tahap kawasan APHT,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, kebijakan membuka izin pabrik rokok rakyat berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Harga tembakau meningkat, lapangan kerja terbuka, dan angka kemiskinan menurun.

”Sekarang mulai muncul orang-orang kaya baru dari industri tembakau. Empat tahun terakhir, daun emas ini benar-benar memberi efek nyata bagi masyarakat sendiri,” ucapnya dengan nada optimistis.

Politikus PDIP itu mengajak seluruh elemen di Madura bersatu mewujudkan KEK tembakau. Menurutnya, perjuangan ini tak bisa dilakukan sendirian. ”Saya pernah ajak semua bupati dan para kiai untuk berjuang bersama. Tembakau ini nadi ekonomi Madura sekaligus penyumbang besar bagi negara. Madura ini kaya, tinggal bagaimana kita bersinergi,” tegasnya.

Dia berharap KEK tembakau nantinya memberi ruang khusus bagi industri tembakau rakyat, terutama dalam hal cukai dan pajak. ”Kalau KEK ini terealisasi, akan ada perlakuan khusus yang meringankan pelaku usaha kecil. Tapi ini perjuangan panjang yang butuh komitmen bersama,” katanya.

Perwakilan Tim Perumus Kamura Abdul Hamied menyampaikan terima kasih atas sambutan bupati Sumenep. Menurutnya, audiensi di Sumenep menjadi penutup dari rangkaian kunjungan mereka ke empat kabupaten di Madura.

”Sumenep memberi inspirasi nyata bagaimana kebijakan daerah bisa berpihak kepada petani dan pengusaha lokal. Ini pelajaran penting bagi kami dalam menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura,” ujarnya.

Hamied menegaskan, perjuangan mewujudkan KEK Tembakau Madura harus menjadi gerakan bersama. ”Kami berharap seluruh kabupaten di Madura bersatu dalam satu visi besar: menjadikan tembakau sebagai poros kemandirian ekonomi rakyat Madura,” tandasnya. (sin/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#perusahaan rokok #Kamura #bupati sumenep #tembakau madura #Komunitas Muda Madura #KIHT #audiensi #APHT #KEK tembakau