Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tanpa Pengeboran, KEI Gunakan Teknologi Seismik 3D untuk Eksplorasi Migas Kangean

Hendriyanto • Rabu, 5 November 2025 | 03:06 WIB

SOSIALISASI: SKK Migas - KEI menggelar  diskusi dan sinergi dengan jurnalis yang digelar di Batu, Selasa (4/11/2025).
SOSIALISASI: SKK Migas - KEI menggelar diskusi dan sinergi dengan jurnalis yang digelar di Batu, Selasa (4/11/2025).

BATU, RadarMadura.id – Pemerintah bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi berbasis sains dan ramah lingkungan. Salah satunya dilakukan oleh Kangean Energy Indonesia (KEI) yang menyiapkan survei seismik tiga dimensi (3D) di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam memetakan potensi sumber daya energi (SDE) di bawah permukaan bumi. Melalui survei tersebut, pemerintah akan mendapatkan data geologi akurat sebagai dasar pengembangan energi nasional di masa depan.

Manager Public Government Affair KEI, Kampoi Naibaho, menyampaikan hal itu dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Sinergi dengan Jurnalis dalam Mengawal Ketahanan Energi Nasional di Batu, Selasa (04/11/2025).

“Kegiatan survei seismik tidak melibatkan pengeboran, tetapi menggunakan teknologi akustik untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan. Pendekatan ini bersifat noninvasif, sehingga tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan terhadap ekosistem laut,” terangnya.

Ia menjelaskan, survei seismik 3D dilakukan dengan mengirim gelombang getar dari permukaan laut dan merekam pantulannya dari lapisan batuan di bawah dasar laut. Data pantulan itu kemudian diolah menjadi gambar tiga dimensi (3D) yang menampilkan kondisi geologi secara detail.

Baca Juga: SKK-KEI Bantu Pembangunan Raas Melalui PPM

"Prinsipnya mirip seperti foto rontgen bumi, tapi yang digunakan bukan sinar, melainkan gelombang bunyi. Dari situ kami bisa mengetahui lapisan batuan dan potensi sumber daya energi yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Kampoi menegaskan bahwa teknologi yang digunakan KEI kini lebih modern dan ramah lingkungan. Perusahaan memakai perangkat nirkabel (wireless nodes) yang tidak lagi menggunakan kabel panjang (streamer) seperti metode lama.

"Dengan sistem nirkabel, alat kami tidak menyentuh dasar laut dan tidak melewati terumbu karang. Jadi, dampaknya terhadap biota laut sangat minimal. Kami juga mengikuti seluruh standar lingkungan yang berlaku,” tegasnya.

Selain menjaga aspek ekologis, KEI berkomitmen melibatkan masyarakat lokal dalam pelaksanaan survei. Warga sekitar wilayah operasi seismik turut berpartisipasi sebagai tenaga pendukung selama kegiatan berlangsung.

“Kami ingin masyarakat Kangean ikut terlibat dan merasakan manfaatnya. Karena itu, pelibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pencairan PI PT KEI Terkendala Teken Kesepakatan

Kampoi menambahkan, manfaat eksplorasi tidak berhenti di tahap survei. Hasilnya akan memberi dampak jangka panjang bagi daerah melalui dana bagi hasil (DBH) migas dan program pengembangan masyarakat (PPM) yang selama ini dijalankan KEI di bawah pengawasan SKK Migas.

“Selama ini program PPM kami fokuskan di Pulau Pagerungan Besar sebagai area operasi aktif. Dengan adanya survei di Kangean, kami akan memperluas program sosial agar masyarakat setempat juga merasakan manfaatnya,” paparnya.

Sebagai bentuk transparansi, KEI memastikan seluruh tahapan survei akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), dan tokoh masyarakat. Sosialisasi publik juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami tujuan serta manfaat kegiatan tersebut.

“Kami terbuka bagi siapa pun, termasuk akademisi, mahasiswa, dan tokoh masyarakat, untuk berdiskusi atau bertanya langsung tentang kegiatan ini. Prinsip kami adalah keterbukaan dan kolaborasi,” pungkas Kampoi. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#kei #sumenep #Pulau Kangean #batu #Kangean Energi Indonesia #seismik