Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

CV Merubetiri Klaim Pengerjaan Selesai Tepat Waktu

Amin Basiri • Selasa, 4 November 2025 | 16:38 WIB
PROGRES: Para buruh sedang mengerjakan proyek pembangunan gedung pelayanan Satlantas Polres Sumenep, Kamis (30/10).
PROGRES: Para buruh sedang mengerjakan proyek pembangunan gedung pelayanan Satlantas Polres Sumenep, Kamis (30/10).

SUMENEP, RadarMadura.id – Progresivitas pengerjaan proyek pembangunan gedung pelayanan Satlantas Polres Sumenep belum jelas.

CV Merubetiri selaku rekanan pelaksana mengaku masih menunggu laporan detail dari konsultan pengawas.

Sementara itu, berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di lokasi, proyek tersebut masih dalam tahap pembuatan beton cor. Pengerjaan proyek ditarget tuntas pada 25 Desember 2025.

Direktur CV Merubetiri Mohammad Ridho mengeklaim pengerjaan proyek dilakukan sesuai prosedur.

Menurutnya, progresivitas pengerjaan sudah berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, laporan detailnya masih menunggu laporan konsultan pengawas. ”Soal persentase masih belum tanya ke konsultan pengawas,” katanya.

Sementara itu, jumlah pekerja setiap hari bervariasi. Jumlah pekerja yang dikerahkan disesuaikan dengan kebutuhan.

”Yang jelas, setiap hari berkisar delapan sampai sepuluh orang. Meski pekerja tidak lembur, tapi saya yakin bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Sekadar diketahui, anggaran proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep tersebut sebesar Rp 1.202.921.355 dengan nilai kontrak Rp 1.177.659.082,08.Masa pengerjaan selama 90 hari kalender.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengingatkan rekanan pelaksana proyek yang bersumber dari APBD Sumenep 2025 tersebut bisa bekerja profesional.

”Tuntaskan pengerjaan sesuai deadline. Jangan sampai pengerjaannya lompat tahun,” ingatnya.

Muhri juga mengingatkan agar pengerjaan proyek tetap memperhatikan kualitas. Sebab, kalau pengerjaannya mepet, rekanan pelaksana berpotensi menggarap secara asal-asalan.

”Proyek pembangunan gedung itu harus sesuai rencana anggaran biaya (RAB),” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri