SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen untuk memperkuat identitas dan karakter daerah melalui penguatan strategi branding.
Sehingga, bisa terus memperkenalkan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta produk unggulan lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Imam Hasyim saat menjadi inspektur upacara (Irup) Hari Jadi (Harjad) Ke-756 Kabupaten Sumenep.
Momen sakral itu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 dan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur.
Upacara yang berlangsung di halaman Pemkab Sumenep pada Jumat (31/10) itu berlangsung khidmat.
Selain jajaran forkopimda, upacara dihadiri pimpinan OPD, tokoh masyarakat, instansi vertikal, pelajar, dan pemuda. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo diwakili KH Imam Hasyim.
Wabup Imam Hasyim memanjatkan rasa syukur dan terima kasih atas perjalanan panjang Kota Keris yang kini berusia 756 tahun.
Dia mengatakan, Sumenep memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan warisan lokal yang luar biasa.
Hal itu harus terus di-branding agar bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan kebanggaan masyarakat.
”Branding ini menjadi salah satu kunci untuk memperkuat citra daerah dan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat,” tegasnya.
Dijelaskan, Pemkab Sumenep memiliki identitas lambang resmi berbentuk perisai hijau dengan gambar kuda terbang bersayap warna kuning emas yang menoleh ke kiri.
Dalam perisai itu terdapat pita bertuliskan Sumekar dengan warna merah di atas dasar putih.
Dijelaskan, sektor pariwisata memiliki city branding Sumenep the Soul of Madura, yang berarti Sumenep jiwa Madura.
Penguatan identitas ini merupakan representasi potensi unggulan wisata bahari, budaya, dan religi di daerah.
”Pemerintah daerah juga mempunyai city branding Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris, sebagai deklarasi bahwa Sumenep merupakan pusat kerajinan keris terbesar di Indonesia yang diakui UNESCO dengan jumlah empu terbanyak di dunia,” ucapnya.
Menurutnya, penguatan branding tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan Kabupaten Sumenep sebagai daerah dengan sejarah panjang dan budaya adiluhung. Tetapi, juga sebagai kota berdaya saing dan berkarakter kuat.
Dijelaskan, Pemkab Sumenep pada peringatan Harjad Ke-756 mengusung tema Ngopene Sengennep.
Tema itu mencerminkan komitmen untuk menjaga dan merawat warisan budaya luhur berbasis gotong royong, kejujuran, serta kearifan lokal di tengah modernisasi.
”Terima kasih atas jalinan kerja sama yang baik, sehingga Kabupaten Sumenep tetap aman, damai, dan terkendali,” ucapnya.
Ditambahkan, selama delapan bulan kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sejak 20 Februari 2025, Pemkab Sumenep telah meraih sembilan penghargaan tingkat regional dan nasional.
Juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama delapan kali berturut-turut.
”Ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen di Kabupaten Sumenep. Juga hasil kolaborasi yang baik antara pemkab, DPRD, forkopimda, TNI, Polri, dan masyarakat,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri