Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ketua DPRD Sumenep Ingatkan Sinergisitas Antar Pimpinan

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:02 WIB
Ketua DPRD Sumenep H Zainal Arifin. (DOK/JPRM)
Ketua DPRD Sumenep H Zainal Arifin. (DOK/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Ketua DPRD Sumenep H Zainal Arifin menyambut baik Hari Jadi (Harjad) Ke-756 Kabupaten Sumenep. Pada momentum spesial ini, politikus PDIP Kota Keris itu mengingatkan warga akan pentingnya merenungi sejarah berdirinya Kota Keris. Juga menjaga sinergisitas antar pimpinan.

Ketua DPRD Sumenep H Zainal Arifin mengatakan, berdirinya Kabupaten Sumenep tentunya memiliki sejarah yang panjang. Karena itu, warga Sumenep tidak boleh melupakan sejarah. ”Harus terus diingat dan dilestarikan,” ajaknya.

Menurutnya, melestarikan sejarah menjadi salah satu tugas para pemangku kebijakan di Sumenep. Baik itu, eksekutif, legislatif maupun yudikatif. ”Mari kita semua baik Bupati, wakil bupati, pimpinan DPRD, semua kepala OPD mengingat sebuah sejarah, mengenang sosok Sultan Abdurrahman saat menjadi Raja Sumenep,” katanya.

Dijelaskan, saat menjadi Raja Sumenep, Sultan Abdurrahman berpikir keras untuk kesejahteraan warga. Baik dari sisi ekonomi, politik, dan juga ilmu pengetahuan. ”Ini merupakan jejak dan perilaku yang perlu kita contoh bersama-sama,” ucap Zainal.

Zainal menuturkan, semua warga Sumenep harus bersama-sama membangun Kota Keris agar lebih maju dan berkembang. Baik dari sektor peningkatan perekonomian, infrastruktur, dan lain sebagainya.

Jika hal ini bisa diwujudkan, lanjut dia, tentu masyarakat Sumenep akan sejahtera. ”Semua unsur pimpinan harus berpikir bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itu harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (iqb/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sinergisitas antar pimpinan #sejarah #kota keris #Mengenang #merenungi #melestarikan sejarah