Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jumlah Kegiatan Kalender Event Stagnan, Utamakan Kearifan Lokal Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:32 WIB
AGENDA TAHUNAN: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan istrinya, Nia Kurnia Fauzi, menghadiri kalender event festival ketupat di Kecamatan Slopeng, Sumenep, Senin (7/4). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
AGENDA TAHUNAN: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan istrinya, Nia Kurnia Fauzi, menghadiri kalender event festival ketupat di Kecamatan Slopeng, Sumenep, Senin (7/4). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep sudah menetapkan Kalender Event 2026. Jumlah kegiatan yang akan dilaksanakan tahun depan sama dengan 2025. Konsep event yang diselenggarakan juga sama, yakni berbasis budaya, kreativitas, dan kearifan lokal.

Kepala Disbudporapar Sumenep Moh. Iksan mengatakan, kegiatan kalender event tahun depan tidak jauh beda dengan 2025. Yakni mengusung kegiatan lokal daerah. ”Kegiatannya tetap mengutamakan kearifan lokal Sumenep,” katanya.

Iksan menyampaikan, penyusunan kalender event tidak sembarangan. Pihaknya melibatkan berbagai pihak. Sebab, ini merupakan event strategis untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

”Ini merupakan event untuk menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah secara terukur dan berdampak langsung kepada masyarakat,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, 110 kegiatan kalender event akan diselenggarakan di wilayah kota dan sejumlah kecamatan. Kegiatannya meliputi festival budaya, pameran ekonomi kreatif, dan ajang olahraga. Termasuk kegiatan berbasis tradisi dan kearifan lokal yang melibatkan masyarakat serta komunitas pelaku usaha kreatif.

”Semua kegiatan dirancang agar mampu memperkuat daya tarik wisata dan menghidupkan perputaran ekonomi daerah,” ujar Iksan.

Disbudporapar melibatkan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dalam kegiatan kalender event. Iksan mengutarakan, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

”Tahun depan, kecamatan diwajibkan menyelenggarakan minimal dua kegiatan kalender event. Tahun ini kebanyakan terpusat di kota,” imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin mendorong agar dinas teknis mengawasi realisasi kegiatan kalender event. Dia menginginkan, output setiap kegiatan sesuai dengan tujuan. Yakni, meningkatkan perekonomian dan memperkenalkan kebudayaan lokal Sumenep.

”Kami ingin kegiatan kalender event ini memberikan dampak signifikan pada perekonomian masyarakat. Dinas terkait harus mengawasi dan mengatur kegiatan kelender event,” pesannya. (iqb/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kalender event #kearifan lokal #umkm #pelaku ekonomi kreatif #meningkatkan perekonomian #memperkenalkan kebudayaan