Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelatihan Petugas MBG Kepulauan Digelar Daring

Amin Basiri • Jumat, 24 Oktober 2025 | 14:22 WIB
FOKUS: Karyawan dapur MBG menjalani pelatihan penjamah pangan di aula Puskesmas Arjasa.
FOKUS: Karyawan dapur MBG menjalani pelatihan penjamah pangan di aula Puskesmas Arjasa.

SUMENEP, RadarMadura.id- Pelatihan sertifikasi penjamah pangan petugas dapur makan bergizi gratis (MBG) di daerah kepulauan Sumenep dilakukan secara daring.

Dinkes P2KB Sumenep beralasan, terkendala anggaran dan kondisi cuaca tidak baik.

Kasi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga (Kesling dan Kesjaor) Dinkes P2KB Sumenep Mulyadi mengaku tidak memiliki anggaran untuk pelatihan penjamah pangan maupun monitoring penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

Kalaupun ada anggarannya, tidak bisa terealisasi tahun ini.

Dia mengutarakan, program MBG lebih dulu berjalan daripada penyiapan sumber daya manusia (SDA).

Sehingga, pelaksanaan pelatihan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan.

Beberapa waktu lalu instansinya menggelar pelatihan daring bagi karyawan MBG yang beroperasi di Kecamatan Arjasa. 

Pelatihan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelatihan tatap muka di Aula Dinkes P2KB Sumenep.

Secara teknis, pihaknya mengirimkan tautan Zoom pada tim sanitarian di Puskesmas Arjasa. Peserta mengikuti pelatihan di puskesmas. 

”Kebetulan di daratan ada pelatihan, jadi penjamah pangan di Arjasa dikumpulkan di puskesmas. Cuma narasumbernya saja via Zoom, jelasnya. 

Dia menuturkan, sebanyak 27 peserta mengikuti pelatihan tatap muka di aula Dinkes P2KB Sumenep.

Sekitar 25 peserta di Arjasa mengikuti secara daring dengan pendampingan tim sanitarian puskesmas setempat.

”Meski daring, semua tahapan pelatihan mulai pre-test, post-test, hingga penyampaian materi tetap didampingi tenaga sanitarian, ujarnya.

Mulyadi mengungkapkan, sejauh ini baru satu SPPG di wilayah kepulauan yang menggelar pelatihan sertifikasi penjamah pangan untuk karyawan MBG.

SPPG yang di Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi, belum mengajukan permohonan pelatihan meski dapur MBG sudah beroperasi.

Kami berencana menggelar pelatihan tatap muka di kepulauan setelah kegiatan di wilayah daratan selesai.

Tapi rencana itu disesuaikan dengan kondisi anggaran dan cuaca, ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, Dinkes P2KB mengerahkan tim sanitarian puskesmas di kepulauan untuk pemeriksaan kualitas air.

Pengiriman sampel air diupayakan sesuai standar.

Pemeriksaan bakteriologi dikirim dalam cool box bersuhu dingin maksimal 2x24 jam, sedangkan pemeriksaan kimia cukup menggunakan botol biasa.

”Nanti petugas sanitarian puskesmas di sana yang akan membantu, tandasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri