Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sumber Api Muncul dari Toko Jamu, Kebakaran Kios Pasar Ganding Diduga Korsleting Listrik

Amin Basiri • Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:09 WIB
HANGUS: Petugas damkar melakukan pendinginan di lokasi kios yang terbakar di Pasar Ganding, Sumenep, Kamis (23/10).
HANGUS: Petugas damkar melakukan pendinginan di lokasi kios yang terbakar di Pasar Ganding, Sumenep, Kamis (23/10).

 

SUMENEP, RadarMadura.id - Sejumlah toko di Pasar Ganding, Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Sumenep, terbakar kemarin (23/10).

Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Darwis, warga setempat, menuturkan, bangunan yang terbakar meliputi toko sembako, jamu, onderdil motor, serta lapak sandal.

Warga sekitar sempat panik karena kobaran api membesar dalam waktu singkat.

Saat kejadian, petugas damkar tidak langsung datang.

Dia mengungkapkan, api kali pertama muncul dari bagian belakang toko jamu sekitar pukul 07.00.

Si jago merah dengan cepat menjalar dan menghanguskan lima toko.

”Awalnya hanya terlihat api kecil di belakang toko jamu.

Dalam beberapa menit, langsung menjalar ke toko sembako dan onderdil.

Warga langsung berlarian menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Darwis menjelaskan, toko yang terbakar lokasinya berdempetan dan isinya barang-barang yang mudah terbakar.

Baca Juga: Uniba Madura Gelar Seminar Tingkat Internasional

”Isinya kan memang barang mudah terbakar semua. Di bengkel itu ada spare part ban dan lainnya, terangnya.

Keterangan Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas berbeda dengan pernyataan Darwis.

Widiarti mengutarakan, saksi Moh. Faris, 39, melihat kepulan asap tebal bersumber dari toko onderdil milik Ahmad Izzi.

Lalu, Faris bersama dengan warga lainnya mencoba membuka toko karena sedang tutup.

”Petugas Polsek Ganding kemudian menghubungi Damkar Sumenep, tapi kobaran api cepat merembet ke toko sebelah, paparnya.

Sekitar pukul 08.00, empat unit pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api satu jam kemudian.

Menurutnya, penyebab kebakaran diduga lantaran korsleting listrik.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

”Damkar kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak berkobar lagi,” tukasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri