SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun ini, terdapat 8.500 hektare lahan di Kabupaten Sumenep ditanami tembakau. Pemerintah tidak berpangku tangan. Sejumlah bantuan diberikan untuk mendukung pertanian daun emas itu.
Untuk kebutuhan bibit, pemerintah memfasilitasi bantuan bibit. Terdapat 15 kelompok tani (poktan) melakukan penyemaian benih tembakau. Tiap poktan menghasilkan 1,5 juta bibit tembakau. Sehingga, total bibit yang dihasilkan mencapai 22,5 juta.
Puluhan juta bibit tersebut kemudian diberikan kepada petani yang membutuhkan. Bibit itu diberikan secara cuma-cuma. Pembenihan itu menggunakan varietas Prancak 95.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, untuk pertanian tembakau pihaknya berperan aktif untuk mendukung petani. Salah satu bentuk dukungannya yakni dengan aktif memberikan pendampingan kepada para petani.
”Kita sering memberikan pembinaan dengan para petani. Pembinaan itu dilakukan oleh PPL (petugas penyuluh lapangan),” ucap pejabat yang akrab disapa Inong itu.
Menurut dia, PPL memiliki wilayah masing-masing. Satu PPL memegang area satu hingga tiga desa. Sebab, jumlah PPL di lapangan terbatas. Yakni, hanya miliki sekitar 150 orang. Sedangkan jumlah desa dan kelurahan di Sumenep berjumlah 334.
Inong menyampaikan, PPL ini memiliki peran penting memberikan edukasi terhadap para petani. Mereka memberikan pendampingan dan pembinaan mulai sebelum menanam sampai tembakau panen.
”Seperti pengolahan tanahnya, takaran pupuknya berapa yang ideal. Kemudian, bagaimana mengantisipasi terjadinya serangan hama dan semacamnya,” ujarnya.
Inong menuturkan, tanaman memang memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap pupuk. Namun, tembakau ini tidak termasuk tanaman yang bisa menggunakan pupuk subsidi. Sehingga, petani harus membeli pupuk nonsubsidi.
”Tembakau tidak termasuk di dalam wilayah pemanfaatan pupuk subsidi. Jadi tembakau tidak menggunakan pupuk subsidi,” tukasnya.
Selain pendampingan dari PPL, pihaknya juga aktif memberikan bantuan kepada para petani tembakau. Mulai dari persiapan tanam hingga panen. Yakni, berupa hand tractor, bibit, alat perajang, dan lainnya.
Hand tractor ini bisa dipergunakan untuk persiapan pengolahan tanah sebelum ditanami. Baik itu tanaman tembakau maupun lainnya. Terdapat 75 unit yang diberikan kepada poktan.
Untuk alat perajang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, untuk jumlahnya, dirinya tidak mengetahui secara pasti. Diperkirakan berjumlah sebelas unit.
Untuk bantuan bibit jumlahnya menyusut. Tahun ini ada 15 kelompok yang mendapat support. Sementara tahun lalu ada 30 poktan. Pengurangan jumlah penerima karena keterbatasan anggaran.
Untuk jenis bibit yang dikembangkan adalah varietas tembakau Prancak 95. Sebab, cocok untuk berbagai jenis lahan. Bantuan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk membantu pertumbuhan tembakau di Sumenep.
Inong berharap, bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu dimaksimalkan oleh para petani tembakau. Agar, bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk keberlangsungan pertanian tembakau di Sumenep.
”Kami berharap agar benar-benar dimanfaatkan dan digunakan oleh kelompok penerima. Supaya, bisa meningkatkan kemanfaatan untuk menunjang hasil tanaman tembakau,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti